Breaking News
Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perang Dagang Dunia: Trump Terapkan Tarif 20 Persen terhadap Barang Tiongkok

Presiden Trump melakukan penggandaan bea atas barang-barang Tiongkok menjadi 20 persen.

Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/Dok Reuters/Jose Luis Gonzalez
TARIF - Menghitung uang kertas dolar AS di Ciudad Juarez, Meksiko, pada 27 Juli 2023. Presiden Trump melakukan penggandaan bea atas barang-barang Tiongkok menjadi 20 persen. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Tarif baru sebesar 25 persen yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap impor dari Meksiko dan Kanada telah mulai berlaku, bersamaan dengan penggandaan bea atas barang-barang Tiongkok menjadi 20 persen, yang memicu konflik perdagangan baru dengan tiga mitra dagang utama AS.

Tindakan tarif, yang dapat merusak hampir 2,2 triliun dolar dalam perdagangan tahunan dua arah AS, mulai berlaku pada pukul 00:01 EST (pada hari Selasa, beberapa jam setelah Trump menyatakan bahwa ketiga negara telah gagal berbuat cukup banyak untuk membendung aliran opioid mematikan fentanyl dan bahan kimia prekursornya ke AS.

China segera menanggapi setelah batas waktu tersebut, mengumumkan tarif tambahan sebesar 10 persen dan 15 persen pada impor AS tertentu mulai 10 Maret dan serangkaian pembatasan ekspor baru untuk entitas AS yang ditunjuk.

Kanada dan Meksiko , yang telah menikmati hubungan perdagangan bebas tarif dengan AS selama tiga dekade, siap untuk segera membalas terhadap sekutu lama mereka.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan Ottawa akan menanggapi dengan tarif langsung sebesar 25 persen atas impor AS senilai 20,7 miliar dolar, dan atas 86,2 miliar dolar lainnya jika tarif Trump masih berlaku dalam 21 hari. Sebelumnya ia mengatakan bahwa Kanada akan menargetkan bir, anggur, bourbon, peralatan rumah tangga, dan jus jeruk Florida dari AS.

“Tarif akan mengganggu hubungan perdagangan yang sangat sukses,” kata Trudeau, seraya menambahkan bahwa tarif akan melanggar perjanjian perdagangan bebas AS-Meksiko-Kanada yang ditandatangani oleh Trump selama masa jabatan pertamanya dikutip Al Jazeera.

Perdana Menteri Ontario Doug Ford mengatakan kepada jaringan NBC bahwa ia siap untuk menghentikan pengiriman nikel dan transmisi listrik dari provinsinya ke AS sebagai pembalasan.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum diperkirakan akan mengumumkan tanggapannya selama konferensi pers pagi di Mexico City pada hari Selasa, kata kementerian ekonomi negara itu.

Tarif Tiongkok

Bea masuk tambahan sebesar 10 persen atas barang-barang Cina merupakan tambahan dari tarif sebesar 10 persen yang diberlakukan oleh Trump pada tanggal 4 Februari untuk menghukum Beijing atas krisis overdosis fentanil di AS. Bea masuk kumulatif sebesar 20 persen juga merupakan tambahan dari tarif hingga 25 persen yang diberlakukan oleh Trump selama masa jabatan pertamanya atas impor AS senilai sekitar 370 miliar dolar.

Beberapa dari produk ini mengalami peningkatan tarif AS yang tajam di bawah mantan Presiden Joe Biden tahun lalu, termasuk penggandaan bea masuk pada semikonduktor China menjadi 50 persen dan penggandaan tarif empat kali lipat pada kendaraan listrik China menjadi lebih dari 100 persen.

Tarif sebesar 20 persen akan berlaku pada beberapa impor barang elektronik konsumen utama AS dari China yang sebelumnya tidak tersentuh bea, termasuk telepon pintar, laptop, konsol permainan video, jam tangan pintar, speaker, dan perangkat Bluetooth.

Tarif baru China yang diumumkan pada hari Selasa menargetkan berbagai macam produk pertanian AS, termasuk daging, biji-bijian, kapas, buah-buahan, sayur-sayuran, dan produk susu tertentu.

Melaporkan dari luar pasar grosir terbesar di dunia di kota Yiwu, Tiongkok, Tony Cheng dari Al Jazeera mengatakan tarif baru itu muncul karena Tiongkok "sangat ingin membuka pasar di Barat, khususnya di AS".

"Saat ini hal itu tidak diizinkan, dan ini benar-benar menjadi perhatian di sini," katanya. "Pedagang kecil di tempat-tempat seperti Yiwu hidup dan mati dengan tarif semacam ini. Mereka mengatakan margin keuntungannya sudah sangat kecil."

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved