Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Studi Menghubungkan Diet Seimbang dengan Penuaan yang Lebih Lambat

Studi baru meneliti apakah pola makan berdampak pada percepatan penuaan dengan membandingkan saudara kembar identik.

Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/YNet
SEHAT - Foto ilustrasi bahan pangan. Studi baru meneliti apakah pola makan berdampak pada percepatan penuaan dengan membandingkan saudara kembar identik 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Studi baru meneliti apakah pola makan berdampak pada percepatan penuaan dengan membandingkan saudara kembar identik yang menjalani pola makan berbeda; hasilnya menggarisbawahi pentingnya memperhatikan nutrisi di usia tua.

Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Nutrition menemukan hubungan antara kebiasaan makan yang tidak sehat dan percepatan penuaan biologis di akhir masa remaja. Para peneliti memeriksa pasangan kembar berusia 18 hingga 35 tahun, dengan satu orang mengonsumsi makanan olahan dan minuman manis sementara yang lain mengikuti diet seimbang.

Penelitian tersebut menemukan bahwa mereka yang memiliki pola makan tinggi makanan olahan, daging merah, dan minuman manis — tetapi rendah buah dan sayur — menunjukkan tanda-tanda penuaan biologis yang dipercepat, termasuk penanda penuaan seluler, peradangan kronis, dan kesehatan metabolisme yang buruk, seperti gula darah dan kolesterol tinggi.

Sebaliknya, peserta yang mempertahankan pola makan seimbang yang kaya akan makanan nabati, protein rendah lemak, dan biji-bijian utuh menunjukkan penanda penuaan biologis yang lebih sehat, tingkat peradangan yang lebih rendah, dan kesehatan metabolisme yang lebih baik.

Dikutip YNet, temuan tersebut juga menunjukkan bahwa bahkan individu dengan berat badan normal atau rendah yang mengikuti pola makan tidak sehat menunjukkan tanda-tanda penuaan biologis yang lebih jelas dibandingkan dengan mereka yang memiliki pola makan lebih bergizi.

Untuk memperlambat penuaan, para peneliti merekomendasikan diet yang kaya akan:

Buah-buahan dan sayur-sayuran: Kaya antioksidan dan nutrisi penting yang melindungi dari stres oksidatif.

Biji-bijian utuh: Termasuk kacang-kacangan, roti gandum utuh, oat, ubi jalar, dan buckwheat, yang mendukung kesehatan dan umur panjang secara keseluruhan.

Protein rendah lemak: Seperti ikan, unggas, dan protein nabati seperti kedelai dan tahu, yang membantu menjaga massa otot dan membantu perbaikan sel.

Mereka juga menyarankan untuk menghindari:

Daging olahan: Mengandung banyak lemak tidak sehat dan bahan pengawet serta dikaitkan dengan percepatan penuaan.

Minuman manis: Menyebabkan penambahan berat badan, peradangan, dan stres oksidatif.

Makanan cepat saji: Seringkali tinggi lemak, sodium, dan gula olahan, sehingga membahayakan kesehatan jangka panjang.

Meskipun faktor genetik berperan dalam penuaan, penelitian tersebut menggarisbawahi bahwa pilihan makanan berdampak signifikan terhadap laju penuaan. Kebiasaan makan yang lebih sehat dapat membantu memperlambat penuaan biologis dan meningkatkan kesejahteraan jangka panjang. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved