Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Trump Menduga Ukraina yang Harus Disalahkan atas Invasi Rusia

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan tuduhan keras kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bertanggung jawab atas invasi Moskow.

Editor: Arison Tombeg
TM/Al Jazeera
DIPLOMASI - Tangkapan layar video Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio (tengah) di Riyadh, Selasa 18 Februari. Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan tuduhan keras kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bertanggung jawab atas invasi Moskow. 

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan minggu ini bahwa ia bersedia mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Ukraina, sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron mengindikasikan ia akan mempertimbangkan untuk mengirim sejumlah pasukan ke daerah-daerah "di luar zona konflik mana pun".

Kanselir Jerman Olaf Scholz pada hari Senin menolak pembahasan tentang pasukan keamanan pascaperang sebelum adanya kesepakatan apa pun sebagai "sangat tidak pantas".

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk, sementara itu, mengatakan ia tidak memperkirakan negaranya akan mengirim pasukan ke Ukraina.

Prancis diperkirakan akan menjadi tuan rumah bagi para pemimpin Eropa untuk putaran kedua pembicaraan tentang masalah tersebut pada hari Rabu, setelah pertemuan puncak darurat pada hari Senin gagal menghasilkan sikap yang kohesif.

Selama konferensi persnya di Mar-a-Lago, Trump menyatakan dukungannya untuk penggunaan pasukan penjaga perdamaian Eropa tetapi mengisyaratkan pasukan AS tidak akan terlibat.

"Jika mereka ingin melakukan itu, itu bagus, saya mendukungnya," kata Trump. "Saya mendukungnya jika mereka ingin melakukan itu." (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved