Jumat, 12 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rusia: Jaringan Pipa yang Diserang Ukraina Ganggu 1 Persen Minyak Global

Seorang pejabat senior Rusia mengatakan jaringan pipa yang rusak akibat serangan pesawat nirawak Ukraina dapat mengganggu aliran ke pasar dunia.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase TM/AP/Evelyn Hockstein
DIALOG - Menlu AS Marco Rubio (kiri) bertemu dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov (kanan) di Istana Diriyah. Seorang pejabat senior Rusia mengatakan jaringan pipa yang rusak akibat serangan pesawat nirawak Ukraina dapat mengganggu aliran ke pasar dunia. 

Namun, Barat dan Ukraina telah melakukan segala cara untuk mengasingkan bahkan orang-orang Rusia yang paling pro-Ukraina dan anti-Putin melalui retorika xenofobia dan kebijakan diskriminatif. 

Tampaknya kelompok garis keras selalu menginginkan perang, bukan Ukraina dan Rusia yang lebih baik.

Pilihan yang dihadapi Ukraina semuanya suram. Hal ini tampak dalam pidato Zelenskyy di Konferensi Keamanan Munich, yang dimaksudkan untuk menunjukkan perlawanan tetapi terkesan putus asa.

Ia beralih ke Uni Eropa dengan mengusulkan agar tentara Ukraina menjadi inti kekuatan militer Eropa yang baru. Hal ini juga tidak mungkin berhasil karena akan membawa Uni Eropa ke dalam konfrontasi langsung dengan Rusia

Presiden Ukraina juga mencoba menarik minat Trump terhadap kekayaan mineral Ukraina, tetapi malah menerima ultimatum dari pemerintahannya yang sama saja dengan penyitaan sumber daya Ukraina oleh kaum imperialis.

Namun semua ini ditujukan untuk audiens domestiknya. Zelenskyy perlu menunjukkan bahwa ia telah mencoba setiap jalan, bahkan yang paling mustahil, dan bahwa Barat masih mengkhianatinya. Dengan begitu, ia dapat menyerah pada hal yang tak terelakkan. (Tribun)

 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved