Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rusia Menuduh AS dan Ukraina Targetkan Jaringan Pipa Gas TurkStream

Washington mendorong Ukraina untuk menyabotase jaringan pipa terakhir yang membawa gas Rusia ke UE, klaim Moskow.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Kapten distrik pemadam kebakaran Apple Valley, Manuel Lafarga, di tengah, dan petugas pemadam kebakaran James Lyons menyemprot titik api. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Moskow - Washington mendorong Ukraina untuk menyabotase jaringan pipa terakhir yang membawa gas Rusia ke UE, klaim Moskow.

Rusia menuduh Amerika Serikat berusaha menyabotase TurkStream, jaringan pipa terakhir yang membawa ekspor gas Rusia ke Eropa.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuduh pada konferensi pers hari Selasa bahwa Washington mendorong serangan "teroris" terhadap infrastruktur energi negaranya, dan mengklaim ada rencana untuk menargetkan TurkStream.

"AS tidak menoleransi persaingan di bidang apa pun, termasuk energi. Mereka secara sembrono mendukung kegiatan teroris yang bertujuan merusak stabilitas energi Uni Eropa," kata Lavrov, menurut kantor berita Anadolu milik Turki.

“Mereka mendorong proksi Ukraina mereka untuk menonaktifkan TurkStream setelah sabotase Nord Stream,” tambahnya.

Rusia mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah menjatuhkan sembilan pesawat tak berawak Ukraina yang mencoba menyerang sebagian infrastruktur TurkStream.

Saluran pipa tersebut merupakan saluran terakhir yang membawa gas Rusia ke UE setelah Ukraina menolak memperbarui kontrak transit yang berakhir pada akhir tahun 2024.

Penghentian jalur pipa tersebut semakin mengganggu persatuan UE dalam perang tersebut, dengan Slovakia mengklaim hal itu akan menyebabkan krisis dan mengancam akan memblokir dukungan UE untuk Kyiv.

Rusia menyebut penargetan jaringan pipa tersebut, yang membentang di bawah Laut Hitam menuju Turki sebelum mengirim gas ke Hungaria dan Austria, sebagai “tindakan terorisme energi”.

Kyiv belum mengomentari laporan tersebut.

Moskow menuduh agen Ukraina yang didukung AS melakukan sabotase terhadap Nord Stream. Pipa di bawah Laut Baltik itu meledak pada September 2022.

Serangan udara besar-besaran

Ukraina melancarkan serangan udara “besar-besaran” yang menghantam beberapa target di Rusia pada Selasa malam, menurut laporan media di kedua negara.

Ratusan drone dan rudal ditembakkan, menyebabkan fasilitas industri rusak dan sekolah terpaksa ditutup di setidaknya tiga kota.

Saluran Telegram Shot mengatakan Rusia telah menjatuhkan lebih dari 200 pesawat tak berawak Ukraina dan lima rudal balistik ATACMS buatan AS.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved