Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Natal 2024

Catatan Seorang Jurnalis: Berkaca pada Riyanto

Di tengah-tengah lantunan pujian Natal, seorang jemaat tak sengaja melihat bungkusan kado di bawah kursi.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
Tribunnews.com
Almarhum Riyanto Banser NU 

Tapi aksi Riyanto dapat membuat kita, meski masih meraba-raba dalam gelap, dapat melihat terang di ujung sana.

Karena masih ada manusia yang mau memberikan nyawanya untuk sesama meski berbeda keyakinan.

Pengorbanan, makna Natal yang terlupakan.

Sang raja alam semesta lahir di kandang hewan.

Itu pengorbanan.

Ia yang kaya dengan harta surgawi namun rela menjadi miskin di tengah keluarga tukang kayu.

Itu juga pengorbanan.

Seorang yang tak bersalah dijadikan bersalah dan harus dihukum mati oleh orang yang akan ia tebus.

Itulah pengorbanan sejati.

Saya, orang Kristen Indonesia, sering buta dengan tema Natal ini.

Yang saya lihat dalam Natal adalah memuaskan keinginan.

Saya tidak melihat Tuhan sebagai yang berkorban tapi sebagai Sang Maha Pemberi yang harus mengabulkan semua doa. 

Tanpa sadar saya telah menuhankan diri dan memperlakukan Tuhan sebagai pesuruh.

Di Eropa, Amerika, dan mungkin juga di Indonesia, Natal telah jadi pesta dan Kristus absen.

Dan mungkin saya kira, peristiwa 2.000 tahun lalu berulang.

Baca juga: Daftar Harta Kekayaan Bupati Terpilih di Jawa Tengah Hasil Pilkada 2024, Siapa Terkaya?

Baca juga: Harga Emas Terbaru Senin 30 Desember 2024, Kini Dijual Segini

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved