Kecelakaan Pesawat
2 Pesawat Kecelakaan Tragis di Penghujung 2024, Tabrak Bandara hingga Diduga Ditembak Rusia
Pesawat tersebut memuat 181 orang, termasuk 175 penumpang dan enam awak pesawat. Dua puluh sembilan orang di antaranya meninggal dunia.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Tahun 2024 hampir berakhir, terjadi kecelakaan tragis pesawat internasional.
Dua kecelakaan tersebut menimpa dua pesawat di dua lokasi berbeda.
Keduanya adalah maskapai asal Azerbaijan, Azerbaijan Airlines (AZAL), dan maskapai asal Korea Selatan, Jeju Air.
Jeju Air mengalami kecelakaan di Bandara Internasional Muan, Provinsi Jeolla Selatan.
Pesawat tersebut memuat 181 orang, termasuk 175 penumpang dan enam awak pesawat.
Dua puluh sembilan orang di antaranya meninggal dunia.
"Sejauh ini kami telah mengonfirmasi 29 korban tewas akibat kecelakaan itu. Sayangnya, jumlah tersebut dapat bertambah karena adanya korban yang terluka parah," ujar Pejabat pemadam kebakaran setempat kepada AFP, Minggu (29/12/2024).
Sedangkan menurut pemberitaan media asal Korea Selatan, Chosun, pesawat penumpang yang membawa 181 orang bertabrakan dengan dinding luar bandara setelah mendarat di Bandara Internasional Muan, Provinsi Jeolla Selatan.
Menurut Korea Airports Corporation dan Kantor Pemadam Kebakaran Provinsi Jeolla Selatan pada tanggal 29, pesawat Jeju Air nomor penerbangan 7C2216 dari Bangkok, Thailand, bertabrakan dengan dinding luar bandara saat mencoba mendarat di landasan pacu Bandara Internasional Muan sekitar pukul 09:07.
Pesawat tersebut setengah hancur dan terbakar setelah bertabrakan dengan dinding luar landasan pacu. Pesawat yang terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah B737-800, dengan total 181 orang di dalamnya, termasuk 175 penumpang dan 6 awak kabin.

"Jumlah korban diperkirakan akan meningkat ketika memasukkan mereka yang berada di bagian depan dan tengah pesawat," tulis pemberitaan Chosun.
Pesawat Jeju Air nomor penerbangan 7C2216 yang terlibat dalam kecelakaan tersebut berangkat dari Bangkok, Thailand, pukul 01:30 dan dijadwalkan mendarat di Bandara Muan pukul 08:30.
Namun, pesawat tersebut yang mendekati landasan pacu 1 di Bandara Muan mencoba pendaratan pertama tapi gagal, kemudian melakukan pendaratan kedua setelah melakukan go-around, yang berakhir dengan kecelakaan.
Menurut petugas di lokasi, pesawat yang mencoba pendaratan gagal mengurangi kecepatan saat mencapai ujung landasan pacu, sehingga bertabrakan dengan struktur ujung bandara dan menyebabkan kerusakan pada fuselage, yang menyebabkan kebakaran.
Terungkap bahwa roda pendaratan pesawat, yang berfungsi sebagai roda, tidak terbuka dengan baik, menyebabkan upaya pendaratan perut. Penyebab kegagalan roda pendaratan saat ini diduga karena 'tabrakan burung'.
Terungkap Penyebab Pesawat Korean Air Terjun Bebas di Bandara Icheon, 125 Penumpang Selamat |
![]() |
---|
Penjelasan KNKT Soal Jatuhnya Pesawat Tecnam P2006T Hingga Tiga Tewas, Keluar Rute |
![]() |
---|
Pengakuan Saksi Sebelum Pesawat Jatuh di Serpong: Berputar-putar Sembari Mengeluarkan Asap |
![]() |
---|
Sosok Pilot Pesawat yang Alami Kecelakaan di Serpong, Manager Operational Indonesia Flying Club |
![]() |
---|
Detik-detik Jatuhnya Pesawat di Sunburst Serpong, Saksi Mata Ungkap Dengar Suara Ini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.