Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilkada Bitung

Evaluasi Pilkada di Bitung Sulut, Kajari dan Penggiat Pilkada Soroti Partisipasi Pemilih Rendah

Hasil evaluasi pelaksanaan Pilkada serentak di Kota Bitung, Sulawesi Utara, satu di antaranya angka atau tingkat partisipasi.

tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
KPU Bitung gelar Media Gathering dalam Rangka Evaluasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulut serta Walikota dan Wakil Walikota Bitung tahun 2024 disebuah Cafe di jalan Samsat Manembo-Nembo Kecamatan Matuari, Rabu (18/12/2024). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Hasil evaluasi pelaksanaan Pilkada serentak di Kota Bitung, Sulawesi Utara, satu di antaranya angka atau tingkat partisipasi pemilih rendah.

Hal ini terungkap, saat KPU Bitung gelar Media Gathering dalam Rangka Evaluasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulut serta Walikota dan Wakil Walikota Bitung tahun 2024 disebuah Cafe di jalan Samsat Manembo-Nembo Kecamatan Matuari, Rabu (18/12/2024).

Menurut Berty Lumempouw praktisi Pilkada, satu di antara narasumber di media gathering hasil riset di lapangan yang patut di evaluasi adalah angka partisipasi pemilih.

Menurut Berty ini terjadi bukan hanya di Bitung, provinsi Sulut melainkan hingga skop Nasional.

"Sekelas DKI Jakarta saja turun angka parsipasi, hanya sekitar 50an persen. Kalau di Sulut sekotar 76 persen, tapi itulah pesta demokrasi," jelas Berty Lumempouw dihadapan peserta media gathering, Rabu (18/12/2024).

Ia menjelaskan, kurangnya angka partisipasi pemilih apakah KPU kurang sosialisasi atau seperti apa.

Ada banyak faktor dan peran strategis agar partisipasi meningkat.

Namun menurutnya, kembali lagi ke falsafah bawah masyarakat sebagai pemilih punya Hak bukan kewajiban dalam berpartisipasi.

"Namanya hak kan bisa di pakai atau tidak. Beda dengan kewajiban seperti di negara besar di dunia sudah mewajibkan warganya mengambil bagian dalam election day," kata dia.

Selain itu Berty sampaikan, faktor yang mendorong masyarakat datang ke tempat pemungutan suara (TPS) yaitu kenal dengan calon dan money politik.

Faktor lainnya yang menyebabkan angka partisipasi pemilih rendah, partai politik (parpol) yang kurang dalam memberikan pendidikan politik ke masyarakat.

Padahal, ada anggaran atau bantuan dana politik yang rutin diberikan pemerintah.

Terkait dengan angka partisipasi pemilih rendah, juga di utarakan oleh Kajari Bitung Dr Yadyn Palebangan SH MH.

"5 sampai 6 persen penurunan partisipasi pemilih," jelas Kajari Bitung Yadyn Palebangan.

Lanjut mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, hasil evaluasi pelaksanaan Pilkada yang baru lewat ada 8 sampai 9 laporan yang masuk.

Kemudian di tindak lanjuti dengan metode filterisasi, klarisifikais, penilaian apakah laporan itu ada muatan atau tidak terkait pelanggaran Pemilu.

Overall evaluasi kinerja KPU dan Bawaslu Bitung di Pilkada serentak 2024 kata mantan Kajari Luwu Timur ini, dalam angka 8,1.

"Pencapaian positif oleh KPU dan Bawaslu Bitung," tambahnya.

Sebelumnya Pilkada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut serta Walikota dan Wakil Walikota Bitung, oleh KPU ditargetkan 75 sampai 80 persen tingkat partisipasi pemilih.

Namun apa mau di kata, target tinggal target.

Berdasarkan data, pada daftar pemilih tetap (DPT) 159.007 orang sedangkan yang memilih sekitar 117.000 orang.

"Presentase hanya 73,63 persen yang memilih dari DPT 159.000," kata Ketua KPU Bitung Deslie Sumampouw.

Target partisipasi pemilih yang tak capai target, sudah di sampaikan Deslie ke saksi - saksi paslon Pilgub Sulut, Pilwako Bitung,  dan Bawaslu Bitung.

Saat rapat pleno terbuka, rekapitulasi hasil penghitunnan perolehan suara di tingkat Kota pada Pemilihan tahun 2024.

Hasil Pilkada 2024 menurut Deslie tidak bisa dibandingkan dengan Pilkada 2020, karena jumlah DPT nya berbeda.

DPT Pilkada 2020 166.154 pemilih dna tahun 2024 berkurang jadi 159.007 pemilih.

Sementara itu jika dibandingnkan dengan partisipasi pemilih di Pemilu Pileg 2024, masih lebih banyak yang memilih di Pileg sebanyak 122.297. 

Di Pilkada 2024 ini mengalami defisit partisipasi yaitu, 117.071 pemilih.(crz)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Bergabung dengan WA Tribun Manado di sini >>>

Simak Berita di Google News Tribun Manado di sini >>>

Baca Berita Update TribunManado.co.id di sini >>> 

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved