Sulut Black Out
7 Hal tak Terduga Terjadi saat Sulut Blackout: Bensin Dijual Rp 60 per Liter, Warga Ngungsi di Hotel
Sejumlah hal tak terduga pun terjadi saat Sulut Black Out kemarin. Berikut ini sejumlah hal tak terduga yang terjadi saat Sulut Black Out.
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
TRIBUNMANADO.CO.ID - Listrik di Sulawesi Utara akhirnya kembali normal.
Setelah padam berpuluh-puluh jam, listrik kembali normal secara bertahap.
Di Minahasa Utara ( Minut ) listrik menyala setelah 30 jam pemadaman listri.
Pemadaman ini bukan hanya di Minut, di seluruh kabupaten di Sulut dan Gorontalo sejak Rabu 11 Desember 2024 siang hingg Kamis (12/12/24) malam gelap gulita.
Karena pemadaman listrik ini semua orang dirugikan.
Rugi waktu, jualan, tenaga hingga pikiran.
Sejumlah hal tak terduga pun terjadi saat Sulut Black Out kemarin.
Dari kemacetan di mana-mana, antre panjang di SPBU hingga harga jual BBM yang diluar nalar.
Ada yang bahkan menjual BBM dengan harga Rp 60 ribu per liter.
Berikut ini sejumlah hal tak terduga yang terjadi saat Sulut Black Out.

- BBM Dijual Rp 60 Ribu per Liter
Tak hanya genset untuk alat bantu penerangan, BBM juga diburu oleh warga.
Tak heran BBM dijual dengan harga tak masuk akal.
Di pengecer, BBM dijual dari harga Rp 25 ribu, hingga Rp 60 Ribu per liter.
Abhin Ali warga Tuminting mengaku kalau Ia kemarin membeli BBM dengan harga Rp 40 ribu per liter pengecer.
Sedangkan Marco dalam pengakuannya mengaku kalau Ia mendapatkan BBM 1 liter dengan mengeluarkan uang Rp 60 ribu.
"Kemarin beli 1 liter di Paal 2 dapat harga Rp 25 ribu, tapi saat mau pulang ke Sea bensin tak cukup sehingga harus tambah klagi 1 liter akan tetapi harga yang dijual pedagang bensin botol di sana enam puluh ribu rupiah satu liternya," kata Marco.
2. Warga Berebut BBM
Terpantau Kamis ( 12/12/24 ) siang mobil dan motor terlihat berdesakan di sejumlah SPBU.
SPBU Kalawat, SPBU Politeknik hingga SPBU Kairagi terjadi penumpukan kendaraan hingga antrean panjang terjadi.
Macet pun tak terhindarkan.
Pengendara mobil dan motor berebut BBM.
Diberitakan sebelumnya, listrik di Sulawesi Utara mengalami gangguan serius, Rabu (11/12/2024).
'Mati lampu' total atau blackout ini berlangsung di sebagian besar wilayah Sulawesi Utara. Keluhan listrik padam terdengar dari Manado, Tomohon, Minahasa Selatan hingga Bolmong Raya.
Listrik padam sejak sekitar pukul 14.00 WITA, Rabu (11/12/2024) kemarin.
Terkait kondisi ini, PLN UID Suluttenggo memberikan pernyataan bahwa tengah terjadi gangguan pada sistem transmisi.
"Sistem Kelistrikan Manado padam meluas. Indikasi gangguan di Sistem transmisi 150 kV," ujar pernyataan resmi PLN UID Suluttenggo, sore ini.
Dijelaskan juga, PLN tengah melakukan identifikasi pusat gangguan dan gerak cepat pemulihan.
"Saat ini dalam proses pemulihan, mohon maaf atas ketidaknyamannya," jelasnya.
3. Macet Sepanjang 3,3 Kilometer di Manado Sulawesi Utara
Macet panjang terjadi di Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (12/12/2024) sore.
Pantauan Tribumanado.co.id, kemacetan mengular sepanjang 3,3 kilometer.
Kemacetan mulai terjadi dari depan Transmart Kairagi hingga di depan Lantamal VIII/Manado.
Penyebabnya adalah antrean BBM di beberapa SPBU.
Antrean ini terjadi akibat pemadaman listrik yang terjadi berjam-jam di Manado.

Hal ini dikeluhkan oleh masyarakat yang melewati Jalan AA Maramis hingga Jalan Yos Sudarso.
"Macet parah mulai dari depan Transmart gara-gara mati lampu," ujar salah satu pengendara mobil.
Sementara salah satu sopir truk, Gilyan, mengaku telah antre solar di SPBU sejak malam hingga sore ini.
"Dari malam kita sudah antre dan sampai sore belum juga dapat solar," ujarnya.
Menurutnya, para sopir truk tetap bertahan hingga listrik kembali normal.
4. Ikan mati
Randy warga asal NTT yang ngekos di salahsatu kos-kosan yang ada di Kelurahan Kairagi Weru menuturkan, listrik mati membuat aliran air juga ikut mati.
"Kemarin sempat hidup air karena ibu kos ada genset. Tapi tidak lama karena genset mati abis bensin. Hanya sedikit yang tertampung," ujar Randy kepada TribunManado.
Selain itu, mati listrik juga membuat ikan piaran Randy ikut mati.
"Tidak ada listrik. Ikan saya di Aquarium sudah mati semua," terang Randi.
Sementara untuk makan, Randy terpaksa harus cari makan di luar karena tidak bisa masak.
"Mati listrik, saya juga tidak bisa masak nasi. Mau masak apa Rice Cooker tidak hidup," kata dia.
5. Warga Rela Antre Pesan Kamar Mengungsi di Hotel
Kondisi ini membuat sebagian warga Manado memilih mengungsi ke hotel.
Susi, warga Paal Dua, Kecamatan Paal Dua satu di antara warga yang memilih menginap di hotel karena listrik padam.
Ia memboyong keluarganya ke salah satu hotel di Jalan Pierre Tendean (Boulevard) Manado, Rabu malam.
"Mati lampu, kami tak bisa apa-apa di rumah. Sudah sejak siang, handphone semua habis baterai," kata Susi.
Akibat listrik yang padam berjam-jam, warga menyerbu hotel-hotel di Manado.
Meskipun harga naik, warga tak mempedulikan.
Bahkan di sebuah hotel di bilangan Wenang, terlihat antrean warga memesan kamar.
Kondisi ini membuat hotel-hotel penuh oleh warga yang mengungsi.
Seperti diungkapkan Jennifer Angela, Marcomm Ibis Manado Boulevard City Center.
"Kamar kami langsung terisi penuh. Tadi malam jam 9 sudah close," ujar Jenifer.
Semua kamar, 154 unit di Ibis terisi hanya dalam semalam. "Kami tetap memberikan harga sesuai rate yang ada," katanya lagi.
Mahasiswa Borong Nasi di Warung Makan Bahu Manado
Pemadaman listrik yang masih berlangsung di Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, sejak Rabu (11/12/2024) menyebabkan lonjakan pembeli di warung makan sekitar kampus Unsrat Manado.
Para mahasiswa yang kesulitan memasak di kos-kosan akibat listrik padam, ramai-ramai membeli makanan di luar hingga membuat beberapa penjual kehabisan nasi.
Eki, salah satu penjual makanan di kawasan tersebut, mengaku kewalahan melayani lonjakan pembeli.
“Dari tadi pagi banyak mahasiswa yang datang. Mereka borong nasi, jadi jam makan siang begini sudah habis duluan,” katanya, Kamis (12/12/2024).
Mario, seorang mahasiswa yang ikut membeli makanan di warung, mengungkapkan alasan dirinya memilih makan di luar.
“Karena listrik mati, saya tidak bisa masak nasi di kos. Rice cooker tidak bisa dipakai, jadi terpaksa makan di luar,” ujarnya.
Lonjakan pembeli ini memberikan keuntungan bagi beberapa pedagang, namun juga menimbulkan masalah baru.
Beberapa pedagang kesulitan menyediakan stok nasi yang cukup karena proses memasak juga terhambat akibat pemadaman listrik.
“Kami juga masak nasi pakai magic com, Kalau listrik padam lama begini, kami harus pakai kompor gas, tapi tidak bisa cepat. Stok kami jadi terbatas,” jelas Eki.

7. Antrean Masih Terjadi di SPBU Manado dan Minut Pasca Black Out, Sebabkan Kemacetan
Listrik sudah pulih sejak Kamis (12/12/2024) sore setelah padam 20 jam lebih.
Namun dampaknya berupa antrean di SPBU masih terasa hingga Jumat (13/12/2024).
Amatan tribunmanado.co.id, antrean panjang masih terjadi di sejumlah SPBU di Manado dan Minut.
Di SPBU Kolongan, antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter dari SPBU.
Kendaraan yang antre umumnya berbahan solar.
Antrean panjang juga terjadi di SPBU Kairagi.
Kendaraan berbaris hingga ke luar SPBU hingga membuat jalan di sekitarnya mecet.
Pemandangan yang kurang lebih sama nampak di SPBU Kairagi depan Taman Makam Pahlawan. Kendaraan padat merayap akibat jalan tersumbat oleh kendaraan yang antre di SPBU.
Antrean kendaraan sampai dua bersaf.
Di SPBU Paal Dua, antrean masih mengular sampai jauh, tak beda jauh dengan sehari sebelumnya.
Depan SPBU, antrean kendaraan roda dua memakai badan jalan. Di belakangnya antre sejumlah truk di jalan arah menuju terminal Paal dua.
Baca Berita Lainnya di: Google News
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya
Listrik di Minut Kembali Padam, Warga Was-was Sulut Black Out Terjadi Lagi: Senter Belum Dicharge |
![]() |
---|
Termasuk Penambahan Mobil Tangki, Berikut 4 Langkah Strategis Pertamina Pasca Blackout SulutGo |
![]() |
---|
BNI Pastikan Layanan Tetap Optimal di Tengah Gangguan Kelistrikan Sulut Gorontalo |
![]() |
---|
Atasi Gangguan Pelayanan Akibat Blackout SulutGo, Pertamina Lakukan 4 Langkah Strategis Berikut ini |
![]() |
---|
Jalan Manado Bitung Seputaran SPBU Kolongan Macet Parah, Pertamina Minta Warga Tak Panik Buying |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.