Manado Sulawesi Utara
Antrean Panjang BBM Solar di SPBU Manado Sulut, Sopir Truk Keluhkan Waktu dan Biaya yang Terbuang
“Saya antre dari pukul 10.00 Wita, tapi baru dapat solar sekitar pukul 17.00 Wita,” katanya saat diwawancara di SPBU Ring Road Manado.
Penulis: Petrick Imanuel Sasauw | Editor: Isvara Savitri
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Antrean panjang kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar masih menjadi pemandangan sehari-hari di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Manado, Sulawesi Utara.
Beberapa pekan terakhir, deretan truk, bus, dan kendaraan lain terlihat membentuk barisan yang mencapai ratusan meter di berbagai SPBU, termasuk di SPBU Ring Road Manado.
Fenomena ini tak lepas dari keluhan para sopir yang merasa waktu dan biaya mereka terbuang percuma.
Seorang sopir truk bernama Dio, mengungkapkan pengalaman pribadinya yang cukup melelahkan.
“Saya antre dari pukul 10.00 Wita, tapi baru dapat solar sekitar pukul 17.00 Wita,” katanya saat diwawancara di SPBU Ring Road Manado, Jumat (8/11/2024).

Meski hanya beroperasi di sekitar Kota Manado, ia tetap harus duduk dalam truknya selama berjam-jam bahkan di tengah panas terik maupun hujan deras, hanya untuk menunggu giliran mengisi BBM solar.
Antrean panjang ini tak hanya menguras tenaga, tetapi juga mempengaruhi penghasilan dan pengeluaran mereka.
"Mau tidak mau saya harus beli makan dua kali saat antre. Jadi pengeluaran bertambah," keluh Dio.
Tak jarang, waktu tunggu yang lama juga berdampak pada penghasilan harian mereka.
Sopir lainnya, Rian, bahkan pernah mengalami waktu tunggu yang lebih ekstrem.
Baca juga: BW Lapian: Pahlawan Nasional Asal Minahasa Sulawesi Utara, Jurnalis dan Murid Kristus
Baca juga: Daftar Pahlawan Asal Sulawesi Utara yang Dijadikan Nama Jalan di Kota Manado
“Saya pernah antre dari pukul 11.00 Wita sampai besok pukul 11.00 Wita, tapi akhirnya tidak dapat solar sama sekali,” tuturnya.
Akibatnya, pengiriman barang terpaksa ditunda dan tidak bisa sampai tepat waktu.
Meski beberapa hari terakhir antrean di SPBU sempat berkurang, para sopir berharap ada solusi jangka panjang dari pihak terkait, terutama pemerintah agar waktu dan biaya mereka tidak terbuang sia-sia.
“Kami butuh perhatian dari pemerintah untuk kondisi ini,” harap Dio mewakili para sopir lainnya yang merasa terdampak oleh panjangnya antrean solar di SPBU Manado.(*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Pembuang Sampah Sembarangan yang Viral di Manado Dihukum Penjara Sebulan dan Denda Rp 10 Juta |
![]() |
---|
Harga Daging Babi di Manado Sulawesi Utara Mulai Turun, Bawa Angin Segar Bagi Warga |
![]() |
---|
Fakultas Hukum Unsrat Manado Masih Jadi Favorit, Sejumlah Mahasiswa Beberkan Alasannya |
![]() |
---|
Sering Dianggap Remeh, Segini Penghasilan Tukang Jahit di Manado Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Kisah Fajar, Penjahit di Calaca Kota Manado, Merajut Hidup di Balik Jarum dan Benang selama 30 Tahun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.