Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tomohon Sulawesi Utara

DLH Kota Tomohon Optimalkan Pengelolaan Sampah, Angkut Sampah Sampai Dua Kali Sehari

John Kapoh menjelaskan bahwa pihaknya memiliki tim kebersihan sebanyak 139 personil yang meliputi petugas penyapu jalan, sopir, dan pengemudi truk.

HO
Presskonfrens Bersama Dinas Lingkungan Hidup Tomohon 

Tomohon, TRIBUNMANADO.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tomohon terus berupaya meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan sampah di wilayahnya.

Dalam konferensi pers di Kantor Wali Kota Tomohon, Kamis (31/10/2024) Kepala DLH, John Kapoh, memaparkan sejumlah inisiatif yang sedang dan akan dilaksanakan demi mencapai target kebersihan dan pengelolaan sampah yang lebih optimal.

John Kapoh menjelaskan bahwa pihaknya memiliki tim kebersihan sebanyak 139 personil yang meliputi petugas penyapu jalan, sopir, dan pengemudi truk.

Baca juga: 5 Berita Populer Sulut: Demokrat Siap Hadapi Pilkada 2024, Kepala DLH Manado Supryatna Meninggal

Mereka bertugas menjaga kebersihan di 44 kelurahan yang tersebar di seluruh Kota Tomohon.

"Setiap hari kami mengangkut sampah dua kali, mulai dari subuh, untuk meminimalkan gangguan pada aktivitas warga," jelas Kapoh.

DLH juga memiliki target retribusi kebersihan sebesar Rp2 miliar untuk tahun ini.

Capaian retribusi tahun sebelumnya hanya sekitar 60 persen dari target, namun diharapkan dengan penyesuaian tarif baru yang mengacu pada Peraturan Menteri, target tersebut bisa lebih tercapai.

"Penyesuaian tarif ini berdasarkan kategori, yaitu untuk pemukiman dengan tarif Rp10.000 per rumah dan untuk usaha disesuaikan dengan skala bisnisnya," tambah Kapoh.

Sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan, DLH juga sedang menyiapkan pembangunan Bank Sampah Induk di Woloan.

Bank sampah ini akan menjadi pusat pengolahan sampah yang sulit terurai, sementara sampah yang bisa diurai seperti sisa sayuran akan diolah menjadi pupuk.

"Kami harap fasilitas ini dapat meminimalisir sampah di TPA, khususnya sampah pasar yang dominan," kata Kapoh.

Kendala masih dirasakan DLH terkait keterbatasan armada dan sarana prasarana.

DLH saat ini mengoperasikan sembilan unit kendaraan roda tiga yang berfungsi di sekolah dan kantor dinas, namun jumlah ini masih kurang untuk mencapai layanan optimal.

DLH berharap adanya tambahan dua truk dan satu mobil pickup serta 44 unit roda tiga untuk mempercepat pengangkutan sampah di seluruh wilayah Tomohon.

“Jika semua ini terpenuhi, kami optimis pengelolaan sampah bisa lebih efisien dan kondisi kota tetap terjaga bersih,” pungkas Kapoh. (Pet)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved