Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lima Tentara Israel Tewas di Lebanon dalam Perang Melawan Hizbullah

Lima tentara Israel terdiri dari empat tentara cadangan Israel tewas dan enam lainnya terluka dalam bentrokan dengan operasi Hizbullah di Lebanon.

Tayang:
Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
(Kiri-Kanan) Sersan Satu Gai Ben-Haroosh, Warrant Officer Mordechai Haim Amoyal, Sersan Mayor Shmuel Harari, Sersan Utama Shlomo Aviad Nayman, dan Sersan Satu Shuvael Ben-Natan. Lima tentara Israel terdiri dari empat tentara cadangan Israel tewas dan enam lainnya terluka dalam bentrokan dengan operasi Hizbullah di Lebanon. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Tel Aviv - Lima tentara Israel terdiri dari empat tentara cadangan Israel tewas dan enam lainnya terluka dalam bentrokan dengan operasi Hizbullah di Lebanon selatan pada Kamis malam, kata IDF, dan seorang tentara dari unit anjing Oketz tewas pada Kamis di tengah serangan darat melawan teror yang didukung Iran.

Di Israel, tembakan roket Hizbullah dari Lebanon terus berlanjut sepanjang hari ketika orang-orang Yahudi merayakan hari raya Simhat Torah, sebuah peristiwa yang biasanya menggembirakan tahun ini karena peringatan pertama orang Ibrani pada tanggal 7 Oktober 2023, serangan teror Hamas.

Pasukan cadangan IDF yang terbunuh diberi nama sebagai:

  • Petugas Surat Perintah Mordechai Haim Amoyal, 42, dari Lod.
  • Sersan. Mayor. (res.) Shmuel Harari, 35, dari Safed.
  • Sersan  Shlomo Aviad Nayman, 31, dari Mitzpe Yeriho.
  • Sersan Shuvael Ben-Natan, 22, dari Rehalim.

Mereka semua bertugas di Batalyon 222 Brigade Carmeli.

Menurut penyelidikan awal IDF atas insiden mematikan tersebut pada hari Rabu, beberapa anggota Hizbullah muncul dari sebuah terowongan dan melemparkan granat ke arah pasukan. Para prajurit membalas tembakan, namun hingga Kamis malam masih belum jelas berapa banyak anggota yang terkena serangan.

Di antara enam tentara yang terluka dalam insiden tersebut, tiga di antaranya dinyatakan dalam kondisi serius.

Pengumuman tersebut menjadikan hari Rabu sebagai salah satu hari paling mematikan dalam serangan Israel di Lebanon selatan.

IDF mengatakan bahwa pada hari Kamis, Sersan. Kelas Satu Gai Ben-Haroosh, 23, dari Pardes Hanna-Karkur, juga tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan.

Dia adalah seorang komandan di unit anjing Oketz.

Seorang tentara cadangan dari Batalyon 7155 Brigade Pasukan Terjun Payung ke-55 terluka parah dalam insiden yang sama.

Dalam insiden terpisah pada hari Kamis, IDF mengatakan seorang perwira dari Batalyon 75 Brigade Lapis Baja ke-7 terluka parah dalam serangan rudal anti-tank; dan seorang perwira dari Batalyon 6226 Brigade Pasukan Terjun Payung ke-226 terluka parah akibat pecahan peluru.

Semua tentara yang terluka dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Serangan melanda Beirut selama dua malam berturut-turut

Serangan darat pada bulan lalu telah dilakukan bersamaan dengan serangan udara yang menargetkan tokoh-tokoh Hizbullah dan infrastruktur di Lebanon selatan dan, pada tingkat lebih rendah, di Lebanon timur dan Beirut.

Media pemerintah Lebanon mengatakan pada Kamis malam bahwa serangan kembali menargetkan pinggiran selatan kota tersebut, yang merupakan basis Hizbullah yang dikenal sebagai Dahiyeh, setelah 17 serangan Israel menghantam wilayah tersebut pada malam sebelumnya. bulan lalu.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved