Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Serangan Israel ke Iran Tertunda Setelah Dokumen Pentagon Bocor

Serangan balasan Israel terhadap Iran telah ditunda karena kebocoran dokumen rahasia Pentagon.

Editor: Arison Tombeg
Kolase Tribun Manado
Pejabat Departemen Pertahanan AS Ariane Tabatabai. Serangan balasan Israel terhadap Iran telah ditunda karena kebocoran dokumen rahasia Pentagon. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Tel Aviv - Serangan balasan Israel terhadap Iran telah ditunda karena kebocoran dokumen rahasia Pentagon yang merinci secara spesifik operasi tersebut, harian Inggris The Times melaporkan pada hari Kamis, mengutip sumber intelijen yang mengetahui persiapan Israel.

Kebocoran tersebut, yang awalnya dibagikan di saluran Telegram pro-Iran dan kemudian di X (sebelumnya Twitter), memuat rincian tentang rencana Israel untuk menggunakan rudal balistik terhadap Iran, yang membantu Teheran mengantisipasi pola serangan.

Dikutip YNet, laporan tersebut menunjukkan bahwa kebocoran tersebut memaksa Israel untuk merevisi rencananya dan mengembangkan strategi alternatif.

"Kebocoran dokumen Amerika menunda serangan karena perlunya mengubah strategi dan komponen tertentu," kata sumber tersebut. "Akan ada pembalasan, tetapi butuh waktu lebih lama dari yang seharusnya."

Israel telah bersiap untuk menyerang instalasi militer Garda Revolusi Iran tetapi telah meyakinkan AS bahwa tanggapannya tidak akan melibatkan infrastruktur nuklir atau minyak Iran.

Serangan yang direncanakan akan menjadi balasan atas serangan Teheran pada tanggal 1 Oktober, yang menyebabkan lebih dari 180 rudal balistik ditembakkan ke Israel.

Dokumen yang bocor tersebut, yang diklasifikasikan sebagai "sangat rahasia" dan bertanggal 15 dan 16 Oktober, telah diverifikasi oleh pejabat AS.

Dokumen tersebut merinci persiapan militer Israel, termasuk latihan pengerahan angkatan udara skala besar dan latihan pengisian bahan bakar udara.

Dokumen tersebut juga merujuk pada penanganan Israel terhadap rudal balistik yang diluncurkan dari udara, dengan sedikitnya 16 rudal, dengan nama sandi "Golden Horizon," dan 40 rudal lainnya yang disebut "ISO2" atau "Rocks," yang sedang dipersiapkan untuk digunakan, yang terakhir adalah rudal permukaan-ke-udara yang dikembangkan oleh kontraktor pertahanan Israel, Rafael.

Menurut situs web Rafael, rudal Rocks dirancang untuk menyerang target dari jarak jauh, melaju dengan kecepatan supersonik, dan mampu menembus lokasi bawah tanah yang terlindungi dengan baik.

Dokumen-dokumen tersebut disusun oleh Badan Intelijen Geospasial Nasional (NGA) dan Badan Keamanan Nasional (NSA) dan merinci gerakan militer Israel, termasuk latihan rudal dan manuver angkatan udara sebagai persiapan untuk kemungkinan serangan terhadap Iran.

Tidak adanya citra satelit yang menyertai dalam berkas yang bocor tersebut telah menimbulkan spekulasi tentang bagaimana informasi tersebut diperoleh dan disebarluaskan.

Pentagon membantah laporan bahwa Ariane Tabatabai, seorang pejabat Departemen Pertahanan AS keturunan Iran, berada di balik kebocoran tersebut, seperti yang telah disinggung dalam laporan Sky News Arabia sebelumnya. 

Juru bicara Pentagon Patrick Ryder mengonfirmasi bahwa Tabatabai tidak sedang diselidiki, sambil menekankan bahwa departemen tersebut bekerja sama sepenuhnya dalam penyelidikan dokumen rahasia tersebut.

Kebocoran tersebut telah meningkatkan ketegangan antara Israel dan AS, dengan mantan pejabat intelijen Israel memperingatkan implikasi yang lebih luas.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved