Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

G30S PKI

7 Teori tentang Dalang G30S PKI 1965, Soeharto hingga Intel AS

Simak 7 Teori tentang Dalang G30S PKI 1965. Soeharto, Soekarno hingga Intel AS.

Editor: Frandi Piring
Kompas.com
7 Teori tentang Dalang G30S PKI 1965. Soeharto, Soekarno hingga Intel AS. 

Alasan pertama, karena kemungkinan Presiden Soekarno bisa meninggal tiba-tiba atau lumpuh secara permanen, setelah ia jatuh pingsan tanggal 4 Agustus 1965.

Kemudian alasan kedua, Pemimpin China saat itu, Mao Zedong telah mendesak salah satu tokoh PKI, DN Aidit pada tanggal 5 Agustus 1965 untuk cepat bergerak menggulingkan pesaing utamanya menuju kekuasaan.

Rencana selanjutnya, orang yang menggantikan Presiden Soekarno adalah kandidat dari PKI, namun sedapat mungkin bukan seorang anggota partai.

7. Tak ada dalang utama

Teori lain yang berkembang yakni dipercaya bahwa tidak ada dalang utama atau pelaku dari G30S.

Teori yang dikenal sebagai Teori Chaos tersebut dikemukakan oleh sejarawan John D. Legge.

Selain itu, disebut juga tidak ada skenario besar atau grand scenario dalam G30S, karena semuanya lebih didominasi oleh improvisasi atau perubahan rencana di lapangan.

Soekarno juga pernah mengatakan dalam salah satu pidatonya bahwa tragedi G30S disebabkan oleh unsur-unsur Nekolim (negara Barat), pimpinan PKI yang keblinger, serta oknum-oknum TNI AD yang tidak benar.

Teori Chaos bagi sebagian orang dianggap sebagai teori G30S yang paling masuk akal.

Sebab meski berjalan singkat, peristiwa G30S terasa sangat kacau dan tidak terorganisasi dengan baik.

Baca juga: Kumpulan Fakta dari Ruang Forensik Terkait Jenazah 7 Perwira TNI Korban G30S 1965

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Bergabung dengan WA Tribun Manado di sini >>>

Simak Berita di Google News Tribun Manado di sini >>>

Baca Berita Update TribunManado.co.id di sini >>> 

(Sumber: Kompas.com)

 

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved