Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

G30S

Kumpulan Fakta dari Ruang Forensik Terkait Jenazah 7 Perwira TNI Korban G30S 1965

Media Intisari pernah mempublis artikel dengan judul, Saksi Bisu Dari Ruang Forensik, tayang pada September 2009.

Editor: Rizali Posumah
Foto: Istimewa (asumsi.co)
Jenderal Soeharto (baju loreng berkacamata) di Lubang Buaya pada 6 Oktober 1965. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut kumpulan fakta dari Ruang Forensik terkait jenazah 7 Perwira TNI AD korban G30S 1965.

Puluhan fakta ini sempat terkunci rapat di masa pemerintahan Orde Baru. 

Meski begitu, fakta-fakta ini beredar secara senyap dari ruang kelas kedokteran satu ke kelas kedokteran yang lain.

Media Intisari pernah mempublis artikel yang mengulas fakta-fakta tersebut dengan judul, Saksi Bisu Dari Ruang Forensik, tayang pada September 2009.

Simak ulasannya

7 Perwira TNI AD korban G30S.
7 Perwira TNI AD korban G30S. (IST/Tribun Batam)

30 September 1965 , yang terjadi hingga 1 Oktober 1965 adalah puncak dari gejolak politik yang dialami Indoneisa pada masa Pemerintahan Presiden Soekarno.

Kala itu 7 perwira Angkatan Darat diculik dan gugur oleh kelompok militer yang menamakan diri Gerakan 30 September atau G30S.

Jasad para para perwira ditemukan di Lubang Buaya, tepatnya di kawasan Pondok Gede, Jakarta.

Media-media cetak kala itu, yang dipelopori media milik pemerintah militer kemudian ramai-ramai memuat kekejaman perisitwa penculikan enam jenderal yang kelak disebut sebagai Pahlawan Revolusi.

Karena pemberitaan tersebut, Oktober 1965 bisa disebut sebagai masa kelam bagi dunia pers Indonesia, juga buat seluruh masyarakat Indonesia.

Harian Angkatan Bersendjata dan Berita Yudha menulis dengan sedikit hiperbolik.

Misalnya, Ahmad Yani dicungkil matanya, juga yang lebih sadis lagi, alat vital para korban tersebut diiris-iris menggunakan silet, lalu dipermainkan oleh para pelaku yang kebanyakan perempuan.

Berita yang ditulis oleh dua corong militer tersebut berefek domino.

Koran-koran lain di luar dua koran itu, terutama yang memiliki sentimen besar terhadap komunisme Indonesia, turut mengutip berita-berita tersebut.

Lantas menyebar ke masyarakat luas.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved