Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

G30S PKI

7 Teori tentang Dalang G30S PKI 1965, Soeharto hingga Intel AS

Simak 7 Teori tentang Dalang G30S PKI 1965. Soeharto, Soekarno hingga Intel AS.

Editor: Frandi Piring
Kompas.com
7 Teori tentang Dalang G30S PKI 1965. Soeharto, Soekarno hingga Intel AS. 

4. Inggris-Amerika Serikat

Teori lainnya berpendapat bahwa G30S direncanakan oleh sebuah konspirasi bersama antara Inggris-Amerika Serikat yang merupakan sekutu.

Dilansir dari Kompas.com (30/9/2023), keduanya berkepentingan menghentikan laju Indonesia yang pada masa itu condong ke arah komunisme.

Dalam buku Kudeta 1 Oktober 1965, sebuah studi tentang Konspirasi milik Victor M. Fic, cara untuk mencapai hal tersebut yakni dengan menggulingkan Presiden Soekarno dan menghancurkan PKI.

Teori ini menuduh pihak Inggris terlibat, namun AS juga disebut mendorong "teman-teman" mereka di jajaran puncak TNI AD Indonesia untuk melakukan sebuah kudeta militer guna mencapai tujuan-tujuan mereka.

5. TNI AD

TNI AD disebut menjadi pihak lainnya yang menjadi dalang utama dalam peristiwa G30S.

Saat itu, disebutkan bahwa TNI AD terpecah menjadi dua kubu besar. Kubu pertama terdiri dari dua perwira "progresif-revolusioner" golongan muda.

Sedangkan kubu lainnya yaitu para komandan “reaksioner” TNI AD. Kubu ini yang disebut-sebut bersekongkol dengan pihak asing untuk menggulingkan Presiden Soekarno karena kebijakan-kebijakan progresifnya.

Menurut teori ini, G30S adalah sebuah masalah internal TNI AD yang sedang gelisah pada saat itu.

Sedang PKI hanya hanya memainkan peran tambahan, mengambil keuntungan dari perkembangan tersebut dengan mendukung kubu TNI AD yang progresif-revolusioner.

6. PKI

PKI adalah pihak yang paling banyak disebut sebagai dalang utama dalam peristiwa G30S. Partai yang berhaluan komunis ini mengatur G30S sebagai jalan pintas untuk mereka berkuasa.

Awalnya, PKI tidak memiliki sebuah rencana untuk mengambil alih kekuasaan secara langsung. Mereka berharap mengadakan revolusi agraria di Indonesia dalam lima tahun berikutnya.

Namun Politbiro PKI dengan cepat memutuskan untuk mengadakan kudeta pre-emptive. Hal itu sebagai suatu tindakan darurat pada pertengahan bulan Agustus 1965 karena dua alasan.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved