Militer Israel: Lebih dari 40 Anggota Hamas Tewas di Jalur Gaza
Israel menghadapi dua front pertempuran sekaligus. Di utara mengadang roket Hizbullah dan di selatan menghadapi Hamas.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Tel Aviv - Israel menghadapi dua front pertempuran sekaligus. Di utara mengadang roket Hizbullah dan di selatan menghadapi Hamas.
Militer Israel mengatakan para anggota yang terbunuh adalah komandan lapangan dan anggota kelompok teror lainnya, termasuk divisi roket dan unit propaganda.
Di Jalur Gaza utara, IDF mengatakan, mereka telah meluncurkan operasi tepat sasaran baru di Beit Lahiya, yang bertujuan menghancurkan infrastruktur Hamas di sana.
Pasukan Divisi Gaza menemukan tiga peluncur roket di daerah Beit Lahiya, salah satunya diisi dengan sedikitnya tiga roket, kata tentara.
Di Gaza bagian tengah, IDF mengatakan pasukan cadangan dari Divisi ke-252 telah melancarkan beberapa serangan di lingkungan Sabra dan Zeitoun di Kota Gaza, serta di pinggiran Nuseirat. Militer mengatakan bahwa pasukan cadangan menemukan dan menghancurkan beberapa terowongan di area tersebut.
Di Jalur Gaza bagian selatan, Divisi ke-162 IDF terus beroperasi di Rafah dan yang disebut Koridor Philadelphi, wilayah perbatasan Mesir-Gaza. Di Rafah, IDF mengatakan pasukannya menewaskan beberapa orang bersenjata yang terlihat di terowongan, dan menemukan banyak senjata.
Pasukan IDF beroperasi di Jalur Gaza, dalam gambar selebaran yang diterbitkan pada tanggal 25 September 2024
Kembalikan Jenazah
Israel pada hari Rabu dilaporkan mengembalikan jenazah 88 warga Palestina yang tewas dalam serangan militernya di Jalur Gaza, yang ditolak untuk dikuburkan oleh kementerian kesehatan yang dikelola Hamas kecuali Israel mengungkapkan rincian tentang siapa mereka dan di mana mereka dibunuh.
Mayat-mayat tersebut dibawa ke Gaza dalam sebuah kontainer yang dimuat ke truk melalui perbatasan yang dikontrol Israel, tetapi, menurut pejabat Palestina, tidak ada informasi yang diberikan mengenai nama atau usia korban atau lokasi di mana mereka meninggal.
Pejabat kesehatan di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis menolak menerima dan menguburkan mereka, mendesak Komite Palang Merah Internasional untuk meminta rincian dari Israel.
Gaza selatan pada 5 Agustus 2024. (Bashar TALEB / AFP)
Israel pada hari Rabu dilaporkan mengembalikan jenazah 88 warga Palestina yang tewas dalam serangan militernya di Jalur Gaza, yang ditolak untuk dikuburkan oleh kementerian kesehatan yang dikelola Hamas kecuali Israel mengungkapkan rincian tentang siapa mereka dan di mana mereka dibunuh.
Mayat-mayat tersebut dibawa ke Gaza dalam sebuah kontainer yang dimuat ke truk melalui perbatasan yang dikontrol Israel, tetapi, menurut pejabat Palestina, tidak ada informasi yang diberikan mengenai nama atau usia korban atau lokasi di mana mereka meninggal.
Pejabat kesehatan di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis menolak menerima dan menguburkan mereka, mendesak Komite Palang Merah Internasional untuk meminta rincian dari Israel.
"Kementerian Kesehatan menghentikan prosedur penerimaan kontainer (yang membawa jenazah) hingga data dan informasi lengkap tentang jenazah tersebut selesai dikumpulkan sehingga keluarga mereka dapat mengidentifikasi mereka," kata Kementerian Kesehatan Gaza dalam sebuah pernyataan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/250924-IDF-di-Gaza.jpg)