Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kasus Vina Cirebon

Baru Terungkap Fakta Terbaru Kasus Vina Cirebon, Penyebab Luka di Kepala Eky Dibongkar Ahli Forensik

Banyak yang meragukan Eky tewas akibat kecelakaan karena kondisi motor yang tidak terlalu parah dan helm full face yang digunakan hanya hancur

Editor: Indry Panigoro
(kolase youtube Uya Kuya)
Helm full face yang dipakai Eky hancur. Fransiskus Marbun, teman Eky mengungkap gelagat janggal Iptu Rudiana di malam kejadian. 

Kuasa hukum terpidana lalu menunjukkan gambar alat bukti bambu berukuran 70 cm dengan diameter 5 cm yang ada di berkas perkara. 

Yoni memperkirakan bambu itu tidak cukup kuat untuk menyebabkan patah tulang dasar tengkorak. 

"Seandainya dia (bambu) dipukulkan, lebih memuingkinkan menyebabkan memar atau robek di kulit kepala," ungkapnya. 

Ditegaskan Yoni, untuk mematahkan tulang dasar tengkorak perlu power yang sangat besar. 

Lalu sebesar apa? 

Yoni mencontohkan akibat kecelakaan lalu lintas dengan kecepatan 35 km/jam.

Kalau pengendara motor dengan kecepatan 35 km.jam terjatuh memungkinkan tulang dasar tengkoraknya bisa patah. 

Bagaimana kalau korbannya pakai helm? 

Menurut Yoni, selama ini justru ada misskonsepsi tentang helm yang sering dipakai masyarakat. 

Dikatakan helm itu hanya melindungi 45 persen dari kemungkinan head injury (cidera kepala).

Helm yang beratnya lebih 1,5 kg justru mengakibatkan injury atau patah tulang yang lebih besar. 

"Dan, 70 persen korban dengan tulang dasar tengkorak patah, pada pengendara motor, justru menggunakan helm full face," terangnya. 

Yoni kembali ditunjukkan foto barang bukti helm full face yang digunakan Eky

Dijelaskan, dilihat dari kerusakan helm, dimungkinkan traumanya dari depan. Dan, frakture atau patah tulang dasar tengkorak paling sering dari depan, jika arahnya sekira-kira pipi. 

Pada kejadian yang dialami Eky, kalau dia terlempar dengan kecepatan cukup tinggi, terhalang sesuatu kemudian tubuh terlempar, Ketika benturan ke aspal cukup keras, maka memungkinkan terjadinya patah tulang dasar tengkoraknya. 

Halaman
1234
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved