Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bentrok di Singkil

Hendra Matheos Sebut Nama Pelaku yang Menganiayanya di Manado Sulawesi Utara, Ada 4 Orang

"Mereka itu Cema, Donie, Irfan, dan Glen. Dan yang lakukan penyerangan ada 10 orang, lainnya saya sudah tidak tau," jelasnya.

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Istimewa
Korban penikaman di Kecamatan Singkil, Manado, Sulawesi Utara, bernama Hendra Matheos, saat ditangani di IGD RSUP Prof Kandou Manado. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Korban kasus penikaman di Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara, bernama Hendra Matheos menyebut sejumlah nama pelaku

Hal itu terungkap dalam sebuah video saat Hendra ditangani di Rumah Sakit Prof Kandou Malalayang Manado

Hendra Matheos menyebut 4 nama.

"Mereka itu Cema, Donie, Irfan, dan Glen. Dan yang lakukan penyerangan ada 10 orang, lainnya saya sudah tidak tau," jelasnya.

Usai menyebut nama, Hendra Matheos kembali menjalani pemeriksaan lanjut dari tim medis. 

Pengakuan Pelaku yang Menganiaya Hendra Matheos di Manado Sulawesi Utara, Emosi karena Dikirim Video

Terduga pelaku kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam) berinisial MRH alias Mardika (20) warga Ternate Tanjung, Kecamatan Singkil, Kota Manado, diringkus Tim Resmob Polda Sulawesi Utara, Senin (19/8/2024).

Pelaku nekat menganiaya Hendra Matheos alias Enk, adik dari almarhum Indra Matheos alias Bemo, yang meninggal beberapa waktu yang lalu. 

Penangkapan ini sesuai Laporan Polisi: LP/B/962/VIII/2024/SPKT/POLRESTA MANADO sekira pukul 21.20 Wita.

Katim Resmob Polda Sulut, Iptu Lucky Andreaz, menjelaskan keterangan dari terduga pelaku.

Saat tengah duduk bersama rekan-rekan di dekat DAS Tondano, Kampung Argentina, Mardika menerima pesan dalam bentuk video. 

Baca juga: Lirik Lagu Genggam Tanganku - Petrus Gea, Kan Kubawa Engkau Melangkah

Baca juga: Lirik Lagu Nangis - Mas Handhi, Aku Ngaku Salah

"Video tersebut berisikan ajakan 'kamari jo ngoni kita tunggu di sini napa kita cuma sandiri. Bawa ngoni pe satu kampung argentina' (ke sini saja, saya cuma sendiri. Bawa satu Kampung Argentina'," sebut pelaku mengulang video yang dikirim Enk. 

Hal tersebut memancing emosi pelaku dan kawan-kawan. 

Mereka langsung pergi ke tempat Enk berada.

Sesampainya di lokasi kejadian, pelaku dan korban saling adu menggunakan senjata tajam.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved