Kamis, 28 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Olimpiade Paris 2024

Atlet Angkat Besi Indonesia Eko Yuli Irawan Tersisih di Olimpiade Paris 2024

Eko Yuli Irawan melawan banyak debutan dan pemain muda di cabang olahraga angkat besi kelas 61 kg di Olimpiade Paris 2024.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ventrico Nonutu
AFP/VINCENZO PINTO
Atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan tersisih di Olimpiade Paris 2024. 

Kesempatan ketiga pun dimaksimalkan Li Fabin dengan mengangkat beban 143 kg. Jumlah angkatan Li Fabin

Sementara, Li Fabin unggul atas Eko Yuli pada angkatan snatch, dan diikuti lifter Thailand Silachai Theerapong pada peringkat 3.

Dua lifter yang maju ke babak berikutnya diikuti oleh Mohamad Aniq Bin Kasdan (Malaysia), Morris Hampton (Amerika Serikat).

Angkatan Clean & Jerk

Angkatan clean & jerk diawali oleh lifter Kiribati, Erati Kaimauri. Dia menyelesaikan angkatan terbaik dengan beban 120 kg.

Erati Kaimauri mengumpulkan total beban 220 kg untuk snatch dan Clean & Jerk.

Lifter kedua yang mendapat giliran adalah Shota Mishvelidze. Dia sukses mengangkat kesempatan pertama dengan beban 125 kg.

Pada kesempatan kedua, Shota menaikkan beban 10 kg, dan dia berhasil menyelesaikan angkatan 135 kg.

Shota Misvelidze mengumpulkan total 256 kg dari dua angkatan tersebut.

Catatan itu masih kalah dari lifter Papua Nugini, Morea Baru yang berhasil mengumpulkan total 279 kg.

Eko Yuli Irawan gagal pada percobaan pertama clean & jerk dengan beban 162 kg. Dia masih bertahan dengan beban tersebut pada kesempatan berikutnya, tetapi gagal.

Di ruang tunggu, eko tampak mengerang kesakitan pada bagian pinggangnya. Namun Eko bisa kembali tegak dan melanjutkan pertandingan. Ia mengambil beban 165 kg untuk kesempatan ketiga.

Eko pun gagal mengangkat beban tersebut, ia terjatuh, mengerang kesakitan, dan perlu bantuan tim untuk membopongnya ke ruang tunggu.

Meskipun gagal pada Olimpiade Paris 2024, Eko Yuli iriawan telah mempersembahkan 4 medali di panggung terbesar turnamen olahraga dunia itu. Dia meraih dua medali perunggu (2008, 2012) dan medali perak (2016, 2020).

Telah tayang di Tribunnews.com

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved