Sabtu, 23 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Olimpiade Paris 2024

Atlet Angkat Besi Indonesia Eko Yuli Irawan Tersisih di Olimpiade Paris 2024

Eko Yuli Irawan melawan banyak debutan dan pemain muda di cabang olahraga angkat besi kelas 61 kg di Olimpiade Paris 2024.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Ventrico Nonutu
AFP/VINCENZO PINTO
Atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan tersisih di Olimpiade Paris 2024. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabar terbaru tim Indonesia di Olimpiade Paris 2024.

Atlet Indonesia Eko Yuli Irawan tersisih di Olimpiade Paris 2024, Rabu (7/8/2024) malam.

Eko Yuli Irawan merupakan atlet cabor angkat besi (weightlifting) kelas 61 kg.

Dia gagal menyelesaikan angkatan clean & jerk.

Eko Yuli Irawan melawan banyak debutan dan pemain muda di cabang olahraga angkat besi kelas 61 kg di Olimpiade Paris 2024.

Di antaranya, Morris Hampton (20 tahun) dari Amerika Serikat, Ivan Petkov Dimov (21 tahun) dari Bulgaria, Theerapong Silachai (20 tahun) dari Thailand, dan Mohamad Aniq Bin Kasdan (22 tahun) dari Malaysia.

Tak ketinggalan, lawan Eko Yuli Irawan adalah peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 yakni Li Fabin dari China.

Pada angkatan snatch, Eko Yuli Irawan berada di urutan kedua dengan beban 135 kg. Catatan itu berada di bawah Li Fabin dengan beban 143 kg dan menjadi rekor Olimpiade.

Di angkatan clean & jerk, Eko Yuli gagal pada 3 kesempatan, ia juga sempat mengerang kesakitan memegang bagian pinggang.

Medali emas angkat besi Olimpiade Paris 2024 dimenangkan oleh lifter asal China, Li Fabin. Dia mengumpulkan total angkatan 310 kg dari 143 kg snatch dan 167 kg clean & jerk.

Medali perak diraih oleh lifter asal Thailand, Silachai Theerapong dengan total angkatan 303 kg, 132 snatch dan 167 clean & jerk, dan medali perunggu didapatkan oleh Morris Hampton (Amerika Serikat) dengan total angkatan 298 kg dari 126 snatch dan 172 kg clean & jerk.

Angkatan Snatch

Di antara 12 peserta angkat besi Olimpiade Paris 2024, Eko Yuli Irawan dan Li Fabin mengambil kesempatan angkatan snatch dengan beban terberat, yakni 135 kg.

Sementara yang terendah dimulai dari lifter asal Kiribati, Erati Kaimauri dengan beban 95 kg.

Erati sukses mengangkat beban pada kesempatan pertama, namun ketika jmlah beban bertambah menjadi 100 kg ia gagal.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved