Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tomohon Sulawesi Utara

300 Kasus Demam Berdarah, Ini Imbauan Dinas Kesehatan Tomohon Sulawesi Utara

Dari data Januari-Juni 2024, tercatat ada sekitar 300 kasus demam berdarah di Tomohon. Peningkatan kasus ini menuntut perhatian serius.

Tribunmanado.co.id/Petrick Sasauw
Dinas Kesehatan Tomohon, Sulawesi Utara, menggelar konferensi pers di Gedung Sekda Tomohon, Jumat (26/7/2024). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Penyakit menular demam berdarah tampaknya masih tinggi di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Hal itu disampaikan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tomohon, Rulli Tumanduk.

Dari data Januari-Juni 2024, tercatat ada sekitar 300 kasus demam berdarah di Tomohon.

Peningkatan kasus ini menuntut perhatian serius dari berbagai pihak.

Pemerintah setempat telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan untuk mengatasi lonjakan kasus ini.

"Kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan tindakan pencegahan seperti menguras, menutup, dan mengubur tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk," ujar Rulli Tumanduk, saat konferensi pers di Gedung Sekda Tomohon, Jumat (26/7/2024).

Selain edukasi, Dinas Kesehatan Tomohon juga memantau kondisi di lapangan secara intensif.

"Kami memastikan bahwa setiap ada laporan kasus demam berdarah, pasien segera mendapat perawatan medis di puskesmas atau rumah sakit terdekat," tambahnya.

Di sisi lain, penggunaan fogging sebagai metode pengendalian nyamuk pembawa virus dengue cukup berrisiko.

Meskipun fogging sering dianggap efektif, Rulli mengingatkan bahwa tindakan ini bisa merusak ekosistem jika tidak dilakukan dengan tepat.

Baca juga: Chord Lagu Cundamani - Denny Caknan - Kunci Gitar Am

Baca juga: Bakal Bermalam di Kantor Presiden Hari Ini, Jokowi dan Ibu Negara Bertolak ke IKN

Oleh karena itu, sebelum fogging diperlukan kajian mendalam untuk memastikan tidak ada dampak negatif terhadap lingkungan.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan proaktif dalam menjaga kesehatan lingkungan sekitar mereka.

Kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menekan angka penyebaran demam berdarah di Kota Tomohon.

"Diharapkan jumlah kasus demam berdarah di Tomohon dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat hidup lebih sehat dan aman dari ancaman penyakit ini," ujarnya.(*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved