Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

ODSK Buka Jalan di Sulut Jadi Hub Asia Pasifik, Konektivitas Udara dan Laut Internasional Terbuka

Olly dan pasangannya Steven Kandouw (ODSK) telah melahirkan beragam terobosan agar misi Sulut menjadi hub di Pasifik bisa terwujud.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Fernando Lumowa/Tribun Manado
Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey menjadi pemateri dalam Dialog Optimalisasi Jalur Perdagangan Asia Pasifik yang digagas Apindo di BSG Ballroom, Kamis (11/9/2024) . 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Posisi geostrategi Sulawesi Utara harus dimanfaatkan untuk mendorong potensi pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal ini ditegaskan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey ketika menjadi keynote speaker Dialog Optimalisasi Jalur Perdagangan Asia Pasifik dari Indonesia Timur.

Dialog lintas sektor yang digagas Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) berlangsung di Ballroom Kantor Pusat BSG, Kamis (11/7/2024).

Olly mengungkapkan, dalam dua periode kepemimpinan, Olly dan pasangannya Steven Kandouw (ODSK) telah melahirkan beragam terobosan agar misi Sulut menjadi hub di Pasifik bisa terwujud.

Kata OD, pihaknya telah meletakkan dasar konektivitas internasional di periode pertama.

"Kita telah membuka penerbangan langsung, reguler dan charter hingga ke lebih dari 10 kota di Tiongkok. Sayang, terhenti karena Covid-19," jelasnya.

Olly bilang, konektivitas udara internasional adalah kunci membuka jalur niaga di Pasifik.

Bersyukur, kata OD, saat ini konektivitas perlahan mulai terbuka pasca pandemi Covid-19.

Teranyar, OD mengungkapkan, Pemprov Sulawesi Utara menjajaki penerbangan langsung ke Shanghai.

"Pak Menteri Pariwisata (Sandiaga Uno) sampaikan, Pak Gub ini luar biasa, orang Shanghai memilih rute langsung ke Manado," ujar Olly dalam diskusi yang dipandu Akademisi FEB Unsrat, Joy Tulung.

Katanya, modal Sulawesi Utara untuk menjadi pusat perdagangan sudah ada. Di antaranya KEK Bitung dan KEK Pariwisata.

"Persoalan tanah di KEK Likupang secara perlahan bisa teratasi. Jika ini berjalan, tentu ada dampak ke pembangunan," kata OD.

Lanjutnya, di sisi perhubungan laut, rute langsung logistik dari Bitung ke Tiongkok sudah terbuka.

Salah satu perusahaan pelayaran, SITC Lines Company menyatakan kesiapan melayani rute logistik dari Pelabuhan Bitung ke Shanghai, Xiamen dan Guangzhou.

Terkait itu, industri komoditas juga dibangun. Salah satunya pabrik krim kelapa di Amurang Minsel.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved