Manado Sulawesi Utara
60 Ekor Sapi Kurban Milik Pemkot Manado akan Diperiksa Kesehatannya Sebelum Dipotong
Sebelum diserahkan dan dipotong sapi-sapi tersebut harus dipastikan sehat sehingga layak dikonsumsi masyarakat.
Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Indry Panigoro
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pemerintah kota Manado, sudah menyediakan 60 ekor sapi kurban, jelang Idul Adha 2024.
Sapi-sapi tersebut sementara dirawat di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Bailang Manado Sulawesi Utara.
Sebelum diserahkan dan dipotong sapi-sapi tersebut harus dipastikan sehat sehingga layak dikonsumsi masyarakat.
Kepala UPTD Rumah Potong Hewan Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Manado, Joike Tumbel mengatakan sebelum sapi kurban diserahkan pihaknya akan melakukan pemeriksaan kesehatan.
"Sesuai prosedur, pemeriksaan antemortem pemeriksaan kesehatan sebelum dipotong.
Mungkin sama dengan tahun lalu, pemeriksaan dilakukan di lapangan sparta Tikala Manado,"ujar Joike, Kamis (13/6/2024).
Ia menjelaskan tujuan pemeriksaan kesehatan ini agar daging yang akan dibagikan dan diedarkan layak untuk dikonsumsi.
Kegiatan pemeriksaan ini sudah menjadi rutinitas Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Manado saat hari raya kurban.
"Kita mau setiap daging yang diberikan kepada warga untuk dikonsumsi aman bebas dari virus," tuturnya.
Dia menambahkan 60 ekor sapi milik Pemkot Manado dibeli dari berbagai daerah.
"Sapi kurban ini dari Bolmong, Minut, Minahasa dan Manado," pungkasnya.
Baca Berita Lainnya di: Google News
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya
Pembuang Sampah Sembarangan yang Viral di Manado Dihukum Penjara Sebulan dan Denda Rp 10 Juta |
![]() |
---|
Harga Daging Babi di Manado Sulawesi Utara Mulai Turun, Bawa Angin Segar Bagi Warga |
![]() |
---|
Fakultas Hukum Unsrat Manado Masih Jadi Favorit, Sejumlah Mahasiswa Beberkan Alasannya |
![]() |
---|
Sering Dianggap Remeh, Segini Penghasilan Tukang Jahit di Manado Sulawesi Utara |
![]() |
---|
Kisah Fajar, Penjahit di Calaca Kota Manado, Merajut Hidup di Balik Jarum dan Benang selama 30 Tahun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.