Pilpres AS
Survei Trump vs Biden di Pilpres AS: Jangan Remehkan Joe
Partai Demokrat panik karena Presiden Joe Biden kalah dari Donald Trump dalam survei Pilpres Amerika Serikat 2024.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - Partai Demokrat panik karena Presiden Joe Biden kalah dari Donald Trump dalam survei Pilpres Amerika Serikat 2024.
Survei nasional masih terlalu dini untuk mengesampingkan Biden. Amerika akan menentukan presiden pada 5 November 2024.
Rata-rata sejumlah survei yang ditracking RealClearPolitics, Trump memimpin Biden dengan 1,1 persen pada simulasi head-to-head (dua nama), hampir sama selama enam bulan terakhir.
Pada simulasi lima nama (dimasukan tiga independen), keunggulan Trump sedikit lebih kuat 2,8 persen.
Beberapa temuan lebih rendah dari bulan Januari dan Februari 2024.
FiveThirtyEight merilis rata-rata survei simulasi 3 nama dengan Biden, Trump dan Robert Kennedy Jr. Menunjukkan Trump memimpin dengan 1,2 persen.
Ed Kilgore, penulis politik dalam artikel berjudul "Trump vs. Biden Polls: Joe May Need a Rust Belt Sweep" dikutip New York Manazine menjelaskan, benar Biden memenangkan mayoritas Electoral College dengan selisih tipis pada tahun 2020.
Sementara Trump memenangkan suara populer nasional sebesar 4,5 persen. "Tetapi kita tidak memiliki cara untuk mengetahui pada saat ini seberapa besar keuntungan (jika ada) distribusi suara yang akan diberikan kepada Trump kali ini".
Baca juga: Rekor Belanja Iklan Pilpres AS: Biden dan Trump Berebut Pemilih Kulit Hitam
Survei di negara-negara bagian yang menjadi medan pertempuranlah yang seharusnya paling mengkhawatirkan bagi Biden karena alasan sederhana bahwa ia secara konsisten tertinggal di tiga negara bagian "Sun Belt" (Arizona, Georgia, Nevada) yang sangat penting bagi kemenangannya di tahun 2020.
Jika mereka (bersama dengan negara bagian selatan yang kompetitif lainnya, North Carolina) tampak di luar jangkauan petahana di akhir musim kampanye, jalannya menuju kemenangan mungkin bergantung pada kemenangan di tiga negara bagian Michigan, Pennsylvania dan Wisconsin.
Dua dari tiga negara bagian "Sun Belt" yang goyah untuk Biden mungkin merupakan keberuntungan di 2020.
Arizona menjadi milik Partai Republik dalam 16 dari 18 pemilihan presiden terakhir.
Trump telah memimpin dalam 18 survei head-to-head berturut-turut dalam siklus ini dan dalam simulasi lima nama yang mencakup Kennedy, West, dan Stein.
Trump saat ini memimpin dengan 5,2 persen dalam rata-rata dalam survei dua nama dan 5,6 persen dalam simulasi lima nama. Ini adalah tanda dari keunggulan survei yang stabil.
Georgia tidak memiliki warisan basis Partai Republik seperti Arizona, tetapi negara bagian ini secara konsisten menjadi negara bagian yang merah baik dalam pemilihan presiden maupun pemilihan anggota legislatif.
Partai Demokrat menang tipis pada pilpres dan dua kursi senat pada tahun 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/210524-biden-1.jpg)