Senin, 8 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Survei Pilpres AS: Adu Kuat Biden vs Trump di Kalangan Pemilih Muda

Posisi Presiden Joe Biden tidak membaik dari Donald Trump sejak dua bulan terakhir menuju Pilpres Amerika Serikat (AS) 5 November 2024.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
Kolase Tribun Manado
Presiden Joe Biden dan mantan Presiden Donald Trump. Posisi Biden tidak membaik dari Trump sejak dua bulan terakhir menuju Pilpres Amerika Serikat (AS) 5 November 2024. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC - Elektabilitas Presiden Joe Biden tidak membaik dari Donald Trump sejak dua bulan terakhir menuju Pilpres Amerika Serikat (AS) 5 November 2024.

Rata-rata sejumlah survei yang ditelusuri The FiveThirtyEight menunjukkan, Biden hanya unggul 1,3 persen dari mantan Presiden Trump sejak awal Maret.

New York Times/Siena College merilis survei 5 negara bagian yang suram dan memicu kepanikan bagi kubu Biden.

Salah satu faktor yang mendorong angka-angka goyah terhadap Trump ini adalah penurunan signifikan dukungan pemilih muda -kelompok usia yang memilih Biden dengan 24 atau 25 poin pada tahun 2020.

Namun, jajak pendapat awal juga menunjukkan bahwa sang presiden mungkin membalikkan keadaan di kalangan orang tua.

David Faris dalam artikel berjudul "The One Way Biden Could Maybe, Possibly, Make Up for His Youth-Vote Losses" dikutip slate.com, menjelaskan tidak semua peneliti survei mempublikasikan tabulasi silang mereka - data tentang bagaimana subkelompok demografis yang berbeda berniat untuk memilih - dan mereka tidak mempublikasikan rincian usia yang sama.

Baca juga: Orang Amerika Survei Politik: Peluang Biden vs Trump di Pilpres AS?

Namun, survei-survei tersebut menunjukkan beberapa pergerakan ke arah Biden dari data awal tahun 2020 dengan pemilih berusia 65 tahun ke atas.

Trump memenangkan kelompok ini dengan 3, 4, atau 5 poin pada tahun 2020. 

Analisis Adam Carlson pada bulan Desember 2023, rata-rata dari sejumlah survei terbaru, menunjukkan Trump memimpin pemilih lansia dengan hanya 1,3 poin.

Survei Quinnipiac pada 24 April menunjukkan Biden unggul 2 poin dengan pemilih terdaftar di atas 65 tahun, dan jajak pendapat Marist pada tanggal 22 April yang memberikan perincian untuk pemilih berusia 60 tahun ke atas, menunjukkan Biden unggul 11 poin.

Namun, baik survei CNN pada 29 April dan survei Harvard CAPS-Harris pada 29 April menunjukkan, Trump unggul 4 poin di kalangan pemilih lanjut usia.

Sementara survei Yahoo News pada 18 April menunjukkan Trump unggul 13 poin. Dan dalam jajak pendapat New York Times/Siena College pada 13 April, Biden unggul 9 poin.

Penurunan dukungan 5 poin saja dari kelompok usia 18-29 tahun, sudah cukup bagi Trump mengalahkan Biden.

Jika Anda menurunkan jumlah pemilih muda sebanyak 5 poin dari perkiraan sebesar 46 persen menjadi 41 persen, Biden hanya akan kehilangan 1 poin dukungan dari kelompok tersebut.

Satu hal yang konstan dalam politik Amerika selama beberapa dekade adalah bahwa persentase orang Amerika yang lebih tua yang memberikan suara lebih besar dibandingkan dengan yang lebih muda.

Kesenjangan tersebut mencapai titik tertinggi lebih dari 35 poin pada tahun 2000, dengan lebih dari 67 persen kelompok tertua yang memenuhi syarat untuk memilih dan kurang dari sepertiga kelompok usia 18-24 tahun yang memberikan suara.

Pada Pemilu 2020, jumlah pemilih usia 18 hingga 24 tahun mencapai angka tertinggi sejak tahun 1972, dan masih kurang dari 50 persen. (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved