Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres AS

Rekor Belanja Iklan Pilpres AS: Biden dan Trump Berebut Pemilih Kulit Hitam

Eskalasi Pilpres Amerika Serikat (AS) memanas menjelang pemungutan suara 5 November 2024.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
Kolase Tribun Manado
Joe Biden dan Donald Trump. Eskalasi Pilpres Amerika Serikat (AS) memanas menjelang pemungutan suara 5 November 2024. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Washington DC — Eskalasi Pilpres Amerika Serikat (AS) memanas menjelang pemungutan suara 5 November 2024.

Perebutan suara pemilih kulit hitam antara kubu Donald Trump dan Joe Biden tak terhindarkan.

Secara histori, kulit hitam adalah pendukung setia Partai Demokrat. Tapi Pilpres 2024, berpotensi lain.

Dikutip VOA Indonesia, kubu Biden menggelontorkan dana 14 juta dolar AS untuk belanja iklan berbasis pemilih kulit berwarna.

Steve Benjamin, penasihat senior tim kampanye Biden mengatakan telah menggelontorkan dana bernilai lebih dari 16 juta dolar untuk iklan di kampus dan universitas yang umumnya memiliki mahasiswa kulit hitam atau di Amerika.

“Belum pernah terjadi sebelumnya! Jumlah uang yang dialokasikan memecahkan rekor," tukasnya.

Berbicara di African American History Museum untuk merayakan 70 tahun kemenangan bersejarah di bidang pendidikan, Presiden Biden mengatakan pendahulunya dan teman-teman MAGA mengupayakan keragaman, kesetaraan dan inklusi di seluruh Amerika. "Mereka (Trump) menginginkan negara ini bagi sekelompok orang saja, bukan untuk semua.”

Pemilih kulit hitam Amerika telah membantu Biden mengalahkan mantan Presiden Trump dalam Pilpres 2020. Saat ini, mereka masih mendukung Biden.

Namun sejumlah survei baru-baru ini menunjukkan sekitar 20 persen pemilih kulit hitam yang berusia muda lebih memilih Trump.

Salah seorang di antaranya adalah pemilik café bernama Shana Gray.

“Partai Demokrat tidak hanya menganggap remeh suara warga kulit hitam, mereka juga tidak menghormati orang kulit hitam," katanya.

Trump telah merayu pemilih kulit hitam, seringkali dengan cara menyoroti masalah-masalah hukum yang dihadapi mereka.

Baca juga: Pilpres AS: Isu Aborsi, Swing Voters Salahkan Biden atau Trump? Cek Hasil Survei

Staf Mundur

Seorang staf Yahudi di Kementerian Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) mengundurkan diri sebagai protes atas dukungan Washington terhadap serangan Israel ke Jalur Gaza.

Lily Greenberg Call mengundurkan diri dari jabatannya sebagai asisten khusus staf umum Kementerian Dalam Negeri AS.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved