Kabinet Gemoy Diisi 41 Menteri, Pengamat: Kabinet Prabowo Mubazir dan Boros
Kritikan terus dialamatkan ke Presiden terpilih Prabowo Subianto terkait rencana pembentukan kabinet "gemoy". Prabowo akan bentuk 41 Kementerian.
Ray Rangkuti komentari soal wacana penambahan jumlah kementerian di kabinet Prabowo-Gibran menjadi 40 kementerian.
Menurut Ray jika itu terjadi, Prabowo jelas ingin membagikan kue kekuasan kepada semua pihak.
"Akhirnya terbuka juga, Prabowo pada akhirnya ingin membagi kue-kue kekuasaan kepada banyak pihak," kata Ray dihubungi Selasa (7/5/2024).
Selain itu, ia juga menilai bahwa Prabowo tidak percaya diri mengelola pemerintah yang akan datang seperti pemerintahan saat ini. Sehingga dicarilah solusi membengkakkan kursi kabinet.
"Dengan begitu setiap orang akan mendapatkan jatahnya masing-masing," jelasnya.
Jadi diikatkan Ray, keinginan untuk membengkakkan kursi kabinet itu. Pertanda awal kurang mampunya Prabowo pengelola perbedaan ataupun keinginan di dalam koalisi partai politiknya.
"Ini masa pemerintahan awal Pak Prabowo. Kalau sebelumnya di masa pemerintahan Pak Jokowi tidak ada kasus yang seperti sekarang," kata Ray.
"Artinya Pak Jokowi mampu mengelola kekuasaan itu dengan hanya mendasarkan diri kepada koalisi partai politik yang mengusungnya. Dan tidak ada penambahan kursi kabinet," lanjutnya
(Tribunnews.com Rahmat W Nugraha)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.