Tepung Terigu Langka
Pasokan Tepung Terigu Terancam Susah Dicari di Pasar, Ternyata Ini Alasannya
Fortifikasi itu berupa penambahan zat gizi mikro seperti zat besi (Fe), zink (Zn), asam folat, vitamin B1 dan vitamin B2, pada tepung terigu.
Pada gilirannya jika berkepanjangan dikhawatirkan hal ini akan meningkatkan prevalensi Anemia Gizi Besi (AGB) pada semua kelompok umur.
Dampak lainnya adalah berpotensi menghambat upaya Indonesia untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang aktif, sehat, produktif dan kompetitif karena terhambatnya program penanggulangan Anemia Gizi Besi (AGB) melalui fortifikasi tepung terigu.
Sehubungan dengan hal itu, Yayasan Kegizian Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia dan Institut Gizi Indonesia meminta agar Pemerintah yang terkait dalam hal ini segera mencari solusi.
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id
| Siap-siap Mati Lampu, Info PLN Ini Lokasi Terdampak, Senin 13 April 2026 |
|
|---|
| Gempa Bumi di Bitung Sulut Minggu 12 April 2026, Berikut Info BMKG Magnitudo dan Lokasinya |
|
|---|
| Kebakaran Kantor Ekspedisi di Manado, Damkar Kerahkan 4 Armada |
|
|---|
| Lagi, BMKG Deteksi Adanya Gempa Bumi di Bitung Sulawesi Utara, Minggu 12 April 2026 |
|
|---|
| Jawaban MEP Ketua DPD I Golkar Sulut Soal Pengurus, Ada Empat Kandidat Kuat Sekretaris |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tepung-terigu.jpg)