Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tepung Terigu Langka

Pasokan Tepung Terigu Terancam Susah Dicari di Pasar, Ternyata Ini Alasannya

Fortifikasi itu berupa penambahan zat gizi mikro seperti zat besi (Fe), zink (Zn), asam folat, vitamin B1 dan vitamin B2, pada tepung terigu.

Editor: Alpen Martinus
via Sajian Sedap
Tepung terigu 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tepung terigu masuk dalam kebutuhan pokok yang permintaannya selalu tinggi.

Sebab tepung terigu menjadi bahan untuk pembuatan banyak makanan.

Semisal saja mi, kue, dan jajanan lainnya.

Baca juga: Update Harga Tepung Terigu di Minimarket Jelang Bulan Ramadhan di Manado Sulawesi Utara

Namun ada kabar kurang baik yang harus diterima oleh konsumen nantinya.

Produksi tepung terigu akan berkurang hingga 50 persen.

Artinya stok tepung terigu di pasar juga akan berkurang sangat banyak.

Sehingga dikhawatirkan harga tepung terigu juga akan melonjak naik.

Sejak diberlakukannya aturan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib tepung terigu pada tahun 2000, seluruh industri terigu nasional senantiasa taat melakukan fortifikasi tepung terigu.

Fortifikasi itu berupa penambahan zat gizi mikro seperti zat besi (Fe), zink (Zn), asam folat, vitamin B1 dan vitamin B2, pada tepung terigu.

"Kandungan seluruh fortifikasi tepung terigu tersebut terdapat dalam Premiks Fortifikan yang selama ini diperoleh para pelaku industri tepung terigu di Indonesia melalui distributor (trader) di dalam negeri," kata Franciscus Welirang, Ketua Umum Asosiasi Tepung Terigu Indonesia (APTINDO) dalam Siaran Pers, Rabu (17/04/2024).

Selama 23 tahun lebih, seluruh pelaku industri terigu nasional mematuhinya apalagi menyangkut kecukupan gizi makanan untuk para konsumen.

Selama itu pula pelaku industri tidak pernah kesulitan mendapatkan Premiks Fortifikan.

Namun dengan aturan baru Permendag 36/2023, di mana pemasukan Premiks Fortifikan yang semula hanya dengan LS (Laporan Surveyor) menjadi harus dengan Persetujuan Impor (PI) dan LS, pasti sangat berdampak kepada ketersediaan Premiks Fortifikan untuk kebutuhan industri terigu nasional saat ini.

“Perlu kami sampaikan dan tegaskan, kalau ketersediaan Premiks Fortifikan dari setiap anggota kami industri terigu nasional ketersediaanya cukup untuk bulan April 2024 sampai dengan bulan Juni 2024. Jika belum ada solusi pengadaan Premiks Fortifikan sampai dengan bulan April ini, hampir bisa dipastikan pasokan tepung terigu nasional akan berkurang lebih dari 50 persen," jelas Franky, sapaan akrab Franciscus Welirang.

Dan pasti berpotensi berdampak kepada kelangkaan tepung terigu, bahkan kenaikan harga tepung terigu di pasar.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved