Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilkada Talaud

3 Kriteria yang Harus Dimiliki Calon Bupati Talaud Menurut Ketua Sinode Germita Pdt Arnold Abas

Dan berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina, sehingga sering juga disebut sebagai daerah perbatasan atau daerah terluar

|
Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Alpen Martinus
HO
Ketua Sinode GERMITA Pdt Arnold Apolos Abas 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TALAUD- Pasca Pilpres dan Pileg 14 Pebruari 2024 lalu, kini masyarakat Indonesia akan disibukkan lagi dengan  agenda Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur, Wakil Gubernur,  Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yang dilaksanakan  secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. 

Sesuai agenda KPU,  pelaksanaan pemilihan kepala Daerah tersebut, akan digelar pada bulan November 2024 nanti. 

Berbagai persiapan mulai dilakukan termasuk jadwal penyelenggaraan pilkada tersebut sudah ditetapkan.

Baca juga: Ibadah Jumat Agung di Germita El Yaqim Porodisa Manado, Pendeta:Percaya Tuhan Sepenuhnya

Demikian halnya dengan Kabupaten Talaud mulai mengadakan persiapan untuk menyelenggarakan agenda penting ini.

Berbagai partai politik dan organisasi kemasyarakatan,  LSM, dan masyarakat secara individu maupun kelompok, mulai mencari figur  yang bakal diusung untuk memimpin daerah Kabupaten kepulauan Talaud.

Seperti diketahui, bersama bahwa Kabupaten Kepulauan Talaud adalah salah satu kabupaten bahari (kepulauan) di Indonesia,  yang letaknya persis diujung  paling Utara Provinsi Sulawesi Utara.

Dan berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina, sehingga sering juga disebut sebagai daerah perbatasan atau daerah terluar. 

Namun sekarang namanya dibuat lebih cantik, yaitu  sebagai Beranda NKRI di samudera Pasifik. Posisi strategis Kabupaten kepulauan Talaud sebagai "Pintu Gerbang" NKRI di bibir Pasifik, menjadikan kabupaten Talaud sebagai salah satu  primadona dalam strategi pembangunan nasional. 

Ada dua Pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah pusat di daerah perbatasan ini, yaitu security aproach (aspek keamanan) dan prosperity aproach (pendekatan kesejahteraan)  khususnya di bidang sosial- ekonomi. Namun sejauh ini belum memperlihatkan tanda-tanda yang menggembirakan, karena kabupaten kepulauan Talaud  sampai hari masih menyandang status 3T (terdepan, terluar dan tertinggal). 

Bagaimanakah calon pemimpin kabupaten kepulauan Talaud kedepan? Inilah yang menjadi  pertanyaan penting yang  harus dijawab dan  menjadi bahan perenungan bagi para pemimpin di kab. Talaud saat ini. 

Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Talaud (GERMITA)  Pdt Arnold Apolos Abas selaku pemuka agama,  mengatakan paling tidak ada tiga kriteria yang musti dimiliki calon pemimpin kabupaten Talaud ke depan.

Karena menurutnya, disadari bersama bahwa perkembangan dan kemajuan kabupaten Kepulauan ke depan antara sangat ditentukan oleh siapa yang akan pemimpin daerah perbatasan pada lima tahun akan datang.

"Dengan kata lain bahwa nasib sekitar seratus  ribu lebih  rakyat yang tinggal di daerah perbatasan tersebut sangat tergantung dari siapa  yang nantinya akan menjadi Nakhoda baru di kabupaten kepulauan Talaud," tuturnya, Senin (15/4/2024).

Tiga Kriteria calon pemimpin Talaud  tersebut adalah menurut Pdt Arnold Apolos Abas.

1.Memahami Cita-cita Awal Perjuangan Masyarakat Talaud 

Seperti yang sudah disinggung di atas bahwa cita-cita awal  pembentukan kabupaten Talaud oleh para tokoh pendiri kabupaten Talaud adalah untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Talaud. 

Kondisi keterbelakangan kehidupan sosial ekonomi pada masa yang lalu, kesulitan serta penderitaan yang dialami oleh orang-orang Talaud pada waktu yang lampau, telah melahirkan sejumlah dorongan (motivasi) untuk berjuang dan bekerja keras agar bisa keluar dari kondisi penderitaan tersebut, sehingga dapat berdiri sejajar dengan rakyat  di tempat yang lain di bumi Nusantara ini. 

Syukur dengan berjalannya waktu, masyarakat Talaud sudah dapat menegakkan kepala karena antara lain putra-putri Talaud sudah banyak yang menyelesaikan pendidikan  pada tingkat sarjana (S1),  bahkan S2 sampai S3 (tingkat Doktoral).

Indonesia telah merdeka pada tahun 1945, namun rakyat Talaud belum merdeka, entah karena penindasan suku bangsa lain atau karena nasib yang harus dialaminya. Salah satu jalan keluar dari penderitaan itu adalah mendirikan kabupaten kepulauan Talaud. Karena hanya dengan jalan demikian, maka ada harapan untuk mencapai kesejahteraan bagi rakyat di daerah perbatasan.

Karena itu kriteria bagi seorang pemimpin daerah kabupaten Talaud adalah memahami   pergumulan yang dialami oleh masyarakat yang di daerah perbatasan. Terutama dapat memahami cita-cita atau semangat awal yang melandasi gerakan perjuangan pendirian kabupaten Talaud.

2. Memahami Nilai-nilai Luhur Budaya Talaud 

Tantangan dan pergumulan masyarakat Talaud dewasa ini tentu sangat kompleks dan mendasar. Tidak hanya berkaitan dengan bidang pembangunan infrastruktur seperti  jalan, jembatan, pelabuhan,  pendidikan, /SDM, kesehatan, pariwisata, jaringan telekomunikasi. Namun juga berkaitan dengan pembangunan sosial budaya, berbagai kearifan lokal, spiritualitas serta penegasan identitas kultural masyarakat Talaud yang tinggal di bumi Porodisa. 

Kabupaten kepulauan Talaud seperti halnya masyarakat di daerah lain,  juga memiliki nilai-nilai budaya yang luhur, yang  selalu  dihargai dan dihormati sejak dulu secara turun temurun, baik oleh para tetua maupun masyarakat Talaud pada umumnya. 

Namun identitas kultural tersebut, mulai  tergilas oleh budaya yang datang dari luar, dibawa oleh agen-agen modernisasi, maupun yang diperkenalkan oleh pihak-pihak tertentu, dimana  nilai-nilai baru tersebut, seperti nampak dalam gaya hidup (life style) individualisme, materialisme, konsumerisme, dan lain-lain, sering  bertentangan dengan nilai-nilai budaya luhur masyarakat Talaud, yang  sangat menghargai kebersamaan (solidaritas), kerja sama, saling menghormati satu dengan yang lain, terutama yang tua,   menghargai norma  kesusilaan, utamanya pergaulan pria dan wanita.

 Sehingga jika nilai-nilai luhur tersebut, tidak  dipelihara dan dilestarikan, maka rakyat di bumi Porodisa suatu saat akan kehilangan identitas dan jatidirinya sebagai "orang Talaud".

3. Memiliki Etika, Moral dan Integritas yang Tinggi 

Seorang pemimpin tidak cukup hanya  memahami dan menguasai persoalan dan  tantangan serta pergumulan pembangunan masyarakat yang hadapi oleh masyarakat di bumi Porodisa. Tetapi juga harus  memiliki etika, moralitas dan integritas yang tinggi. 

Kualitas kepribadian serta karakter yang terpuji akan sangat menentukan sepak terjang seorang pemimpin yang akan mendapat kepercayaan masyarakatnya yang dipimpinnya. 

Mereka (rakyat) akan menaruh harapan besar kepadanya untuk dapat membawa kepada kemajuan dan kesejahteraan. Tanpa etika dan moralitas serta integritas, seorang pemimpin akan bertindak sembrono dan sesuka hatinya, akan mengejar kekayaan (memperkaya diri sendiri dan keluarga), serta hanta mengejar kekuasaan/ambisi pribadi dan kelompoknya sampai  mengorbankan hak-hak orang lain,  sehingga tidak mampu lagi melihat penderitaan rakyat dan orang  yang dipimpinnya.

Bahkan cenderung melakukan eksploitasi dan intimidasi kepada bawahan-nya dan bukan tidak mungkin akan memperbudak rakyat yang dipimpinnya.

Dia akan menjadi sangat otoriter karena tidak bisa lagi dikontrol oleh orang lain. Dia akan melakukan intimidasi, menakut-nakuti terhadap bawahannya, bila tidak mengikuti keinginannya. Namun apabila seorang pemimpin memiliki etika, moralitas dan integritas, maka ia akan mendahulukan kepentingan umum dan kebijakannya akan selalu pro-rakyat, terutama mereka yang terkecil. 

Pemimpin seperti ini akan siap berkorban bagi  orang yang dipimpinnya, karena dia tahu bahwa tanpa rakyat dia tidak bisa berbuat apa-apa. 

Pemimpin yang tahu memahami kebutuhan rakyat yang dipimpinnya. Dan pemimpin-pemimpin  seperti ini biasanya lahir dan dibesarkan dari rahim rakyat yang tinggal di daerah perbatasan di bumi Porodisa.

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved