Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pemilu 2024

PPP Terbuka Jika Prabowo Subianto Ingin Silaturahmi, Posisi Kini Menunggu

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terbuka jika presiden terpilih Prabowo Subianto ingin bersilaturahmi.

Editor: Ventrico Nonutu
Kolase Tribun Manado
Prabowo Subianto. PPP Terbuka Jika Prabowo Subianto Ingin Silaturahmi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Prabowo Subianto menjadi presiden terpilih Republik Indonesia.

Hal itu diumumkan setelah KPU menyelesaikan proses rekapitulasi secara nasional.

Prabowo Subianto pun kini ramai mendapat ucapan selamat.

Ucapan tersebut datang dari berbagai kalangan.

Bahkan ada ucapan dari lawan politik.

Misalnya Partai Nasdem yang sudah menyampaikan ucapan selamat ke Prabowo.

Kini dikabarkan ada partai lain yang terbuka untuk berkomunikasi dengan Prabowo Subianto.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terbuka jika presiden terpilih Prabowo Subianto ingin bersilaturahmi.

Hal itu diungkapkan Ketua DPP PPP Achmad Baidowi alias Awiek, di sela-sela mendaftarkan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, pada Sabtu (23/3/2024).

Awiek mengatakan, dalam ajaran Islam diajarkan bahwa silaturahmi dianjurkan karena membuka pintu rezeki.

"Jadi kalau ada kawan-kawan dari Gerindra, Prabowo, khususnya mau bersilaturahmi ke PPP, ya tentu kami sangat welcome dan sangat tersanjung," ujar Awiek, kepada wartawan, Sabtu malam.

Namun demikian, Awiek menyebut, posisi PPP saat ini hanya menunggu Prabowo-Gibran berkunjung ke markasnya.

"Tetapi, sampai saat ini posisi kami menunggu. Kita tidak membatasi siapa yang mau bersilaturahmi. Siapapun boleh ke PPP, apalagi Prabowo dan Gerindra," kata Awiek.

Ia kemudian mengungkapkan, hingga saat ini, soal kunjungan tersebut terjadi dalam konteks sebatas komunikasi informal antar petinggi partai.

 Awiek menilai soal silaturahmi berupa komunikasi politik merupakan hal yang baik-baik saja.

"Itulah indahnya demokrasi di Indonesia. Itulah indahnya demokrasi di Indonesia," ucapnya.

"Kita boleh bersaing, boleh berkontestasi, tapi tidak boleh ada dendam di antara kita. Setelah pemilu selesai, semua berkawan, semua membangun NKRI untuk kemajuan bangsa."

Telah tayang di Tribunnews.com

Baca Berita Terbaru Tribun Manado KLIK INI

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved