Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hikmah Ramadhan

Ramadan, Pengantin Baru, dan Api Cemburu Ilahi

Mereka membayangkan saat-saat indah sahur bersama, puasa bersama dan buka puasa bersama dengan penuh suka cita dan cinta kasih.

|
Tribun Network
Dosen IAIN Manado Sulaiman Mappiasse PhD 

Di tengah-tengah para sahabat Nabi SAW., beliau melapor dan meminta keringanan dari Rasulullah SAW.

Beliau berkata kepadanya, “Anda tidak pantas melakukan itu”. Tetapi ternyata beliau tidak sendirian.

Beberapa sahabat lain ikut berdiri dan melaporkan masalah yang sama.

Sejak itu, turun wahyu dari Allah SAW. memberikan keringanan bahwa kaum Muslimin boleh melakukan hubungan suami istri,  makan dan minum di malam hari sejak waktu buka puasa hingga terbit fajar.

Sejak itu pula, format puasa Ramadan berubah menjadi seperti yang kita kenal sekarang.

Prinsip penetapan hukum syariah secara bertahap merupakan salah satu fondasi hukum Islam.

Bulan suci Ramadan adalah bulan mulia, agung dan terhormat di sisi Allah SAW.

Karena itu, setiap umat Muslim diwajibkan untuk menjalankannya sesuai dengan tata cara dan adab yang ditetapkan Allah SAW.

Melakukan hubungan suami istri, setelah masuknya waktu puasa di hari-hari suci Ramadan, adalah dosa.

Karena itu Nabi SAW. mewanti-wanti umatnya, khususnya mereka yang masih muda, untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya hubungan suami istri pada saat menjalankan ibadah puasa.

Bagi yang melakukannya satu kali, di samping menanggung dosa, mereka harus menebusnya dengan berpuasa selama dua bulan berturut-turut.

Kalau benar-benar tidak sanggup menebusnya dengan cara ini, mereka harus memberi makan kepada enam puluh orang miskin.

Puasa adalah milik Allah SAW. Hanya Dia yang mengetahui apakah seseorang benar-benar melakoni ibadah puasa karena ketaatan dan kecintaan kepada-Nya.

Hanya Dia yang mengetahui seberapa besar pahala yang hamba-Nya dapatkan.

Allah SAW. sangat mencintai hamba-Nya.

Mengikuti perintah-Nya untuk berpuasa adalah salah satu bukti bahwa kita membalas cinta-Nya.

Melakukan hubungan suami istri saat kita berpuasa melukai cinta Allah SAW.

Dia ingin cinta kita hanya kepada-Nya semata-mata.

Baca berita lainnya di: Google News

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved