Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hikmah Ramadhan

Ramadan, Pengantin Baru, dan Api Cemburu Ilahi

Mereka membayangkan saat-saat indah sahur bersama, puasa bersama dan buka puasa bersama dengan penuh suka cita dan cinta kasih.

|
Tribun Network
Dosen IAIN Manado Sulaiman Mappiasse PhD 

Sepuluh Muharram dalam sejarah Islam bertepatan pula dengan peristiwa tragis yang dialami umat Islam, yaitu peristiwa terbunuhnya cucu tercinta Rasulullah SAW., Sayyidina Husain r.a. di tangan pasukan Yazid bin Muawiyah di Karbala pada tahun 61 Hijriah.

Karena itu, kaum Muslimin yang beraliran Syiah, mengenang hari nahas ini dengan istilah Asyura.

Sejak puasa Ramadan disyariatkan pada tahun kedua hijriah, 1443 tahun lalu dalam kalender Islam, kaum Muslimin tidak lagi wajib berpuasa Asyura.

Secara bertahap mereka diwajibkan untuk berpuasa selama sebulan di bulan Ramadan.

Pada fase awal, mereka diberi pilihan untuk berpuasa atau memberi makanan kepada orang-orang miskin.

Tentu tidak mudah bagi mereka waktu itu untuk berpuasa sebulan penuh.

Karena itu, mereka diberi pilihan. Tetapi, akan lebih baik di sisi Allah SAW. apabila mereka berpuasa.

Lalu, turun perintah bahwa mereka tidak boleh lagi memilih. Mereka wajib puasa selama bulan Ramadan.

Tata cara puasa pada fase ini tidak sama dengan yang berlaku sekarang.

Waktu itu, mereka harus menahan lapar, haus dan hubungan suami istri sejak selesainya berbuka puasa dan salat isya atau tidur hingga tiba masa buka puasa di hari berikutnya.

Apabila seseorang tertidur sebelum salat isya, maka dia tidak boleh lagi minum, makan dan melakukan hubungan.

Rupanya, pola puasa seperti itu menimbulkan persoalan.

Dalam tafsir Ath-Thabari dikisahkan bahwa suatu ketika sahabat Rasulullah SAW., Sayyidina Umar r.a., setelah selesai salat isya, mendatangi istri beliau.

Lalu, beliau mencium semerbak bau harum dari sang istri tercinta sehingga beliau tidak kuat menahan diri dan melakukan hubungan suami istri.

Setelah itu, beliau sambil mandi junub, meratapi kesalahannya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved