Hikmah Ramadhan
Indahnya Berbagi Makanan Buka Puasa
Salah satu sikap kesalehan sosial adalah dengan suka berbagi, termasuk berbagi makanan baik di luar bulan Ramadhan ataupun di dalam Bulan Ramadhan.
Oleh :
Prof. Dr. KH. Ahmad Rajafi, M.H.I
Rektor IAIN Manado dan Rois Syuriah PCNU Manado
TRIBUNMANADO.CO.ID - Islam mengajarkan dua nilai kesalehan, yakni kesalehan spiritual yang dapat dinikmati secara personal karena sempurnanya koneksi batiniyahnya dengan Tuhan yang Maha Kuasa, dan kesalehan sosial yang dirasakan kenikmatannya oleh orang banyak karena suksesnya ia membangun kebaikan yang maslahat dan merata.
Salah satu sikap kesalehan sosial adalah dengan suka berbagi, termasuk berbagi makanan baik di luar bulan Ramadhan ataupun di dalam Bulan Ramadhan.
Karena begitu kuatnya magnet kebaikan dari berbagi makanan ini (wa ath’imut tha’am), sampai-sampai Rasulullah Muhammad saw mengkategorikannya sebagai perilaku muslim yang sempurna dengan ganjaran pahala masuk surga dengan keselamatan (tadkhulul jannata bissalam).
Bila kebaikan berbagi makanan ini nilainya sempurna di luar bulan Ramadhan, maka tentu akan bernilai spesial hasilnya bila dilakukan di dalam bulan Ramadhan, sehingga Rasulullah saw menjadi contoh akan hal tersebut, sebagaimana keterangan di dalam Hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, dimana Rasulullah saw adalah sosok yang paling dermawan di antara manusia lainnya, dan ia akan semakin dermawan saat berada di bulan Ramadhan.
Bahkan untuk memotivasi umat Islam agar lebih memaksimalkan diri dalam beribadah di bulan suci tersebut, termasuk dalam hal sedekah berbagi makanan, maka Rasulullah Muhammad saw – sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim – memberikan petunjuk bahwa Allah swt akan senantiasa mengpresiasi amal kebaikan mereka dengan nilai pahala yang sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya, dan keutamaan sedekah terebut berada pada bulan Ramadhan.
Lebih spesifik lagi berkenan dengan berbagi makanan kepada mereka yang tengah berbuka puasa, diungkapkan oleh Imam al-Baghwi di dalam karyanya Tafsir Ma’alimut Tanzil (h. 196-197) adanya sabda Rasulullah Muhammad saw mengenai tiga pahala besar bagi pelaku kebaikan tersebut, yakni;
(1) Baginya pengampunan Allah atas dosa-dosa yang telah dilakukan;
(2) Mendapatkan pembebasan dari siksa api neraka;
(3) dan baginya pahala yang sama seperti pahala yang diraih oleh orang yang berpuasa tersebut, tanpa berkurang sedikitpun atas pahala yang dimilikinya.
Disinilah sisi keindahan dalam berbagi makanan untuk berbuka puasa, di mana pelakunya akan mendapatkan predikat kesalehan spiritual berdasar pada sikap tulus ikhlas dari amal berbagi, sekaligus juga mendapatkan predikat kesalehan sosial dengan melihat kebahagian orang banyak atas amal baik yang telah dilakukannya. Semoga di bulan suci ini kita tergerak untuk menjadi insan-insan paripurna, dengan mendapatkan kedua predikat tersebut, atas amal berbagi makanan buka puasa yang dilakukan. Wallahua’lam.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.