Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info Kesehatan

Penderita Diabetes Tak Hanya Menghindari Makanan Manis, Asin Juga Wajib Dibatasi

Pengidap diabetes mungkin sudah tahu, jika mereka perlu membatasi asupan makanan dan minuman manis.

Editor: Glendi Manengal
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi Diabetes 

- saus tomat, mayones, acar, saus tomat

- roti dan sereal sarapan

- makanan kaleng yang mengandung garam

- sup kalengan, kemasan, dan instan

- sandwich.

Batas Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi mengeluarkan batas konsumsi gula, garam, dan lemak.

Ketiganya perlu dibatasi karena alasan kesehatan.

Pasalnya, makan terlalu banyak gula, garam, serta lemak dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular (PTM) seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan jantung.

Dalam rilis resminya, kemenkes menjelaskan bahwa salah satu dampak konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan adalah obesitas.

Perlu ditegaskan bahwa obesitas merupakan satu faktor penyakit tidak menular.

Ini sebabnya peningkatan angka obesitas akan beriringan dengan peningkatan penyakit tidak menular.

Data The Global Burden of Disease 2019 and Injuries Collaborators 2020 menyebutkan, PTM merupakan penyebab dari 80 persen kasus kematian di Indonesia.

Untuk menghindari itu semua, penting membatasi asupan gula, garam, dan lemak.

Dalam rilis di laman Sehat Negeriku, Kemenkes menyarankan batas konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) per orang per hari, yakni:

- 50 gram atau 4 sendok makan gula

- 2.000 miligram natrium/ atau 5 gram atau 1 sendok teh garam (natrium/sodium)

- 67 gram atau 5 sendok makan minyak goreng.

(Sumber TribunHealth)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved