Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Sulawesi Utara

Penyebab Harga Daging Babi di Pasar Swalayan Manado Sulawesi Utara Naik

Meskipun virus African Swine Fever (ASF) sudah dinyatakan hilang oleh pemerintah Sulawesi Utara, namun nampaknya sampai hari ini masih ada.

Penulis: Ferdi Guhuhuku | Editor: Chintya Rantung
Ferdi/Tribun Manado
Stok Kurang, Harga Daging Babi di Pasar Swalayan Manado Sulawesi Utara naik 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Meskipun virus African Swine Fever (ASF) sudah dinyatakan hilang oleh pemerintah Sulawesi Utara, namun nampaknya sampai hari ini masih ada.

Akibat ASF banyak babi yang mati sehingga saat ini pedagang mulai kesulitan mencari babi hidup.

Dampak harga daging babi di Pasar Tradisional dan Pasar Swalayan terus naik.

Seperti di Pasar Swalayan Jumbo, Manado, mengalami kenaikan.

Harga daging babi lapis di Jumbo tembus Rp 117 ribu per kilogram.

Padahal sebelumnya harga masih Rp 95 ribu per kilogram.

"Baru minggu ini harga daging babi kembali naik karena stok kita menipis terus mau cari babi hidup ukuran 100 kilogram sudah sulit sekarang," ujar Jio Hari salah satu karyawan Jumbo, Jumat (26/1/2024).

Jio mengungkapkan kenaikan harga babi dikeluhkan oleh para pengunjung Jumbo.

"Pasti pembeli mengeluh, cuma bagaimana kondisi sekarang cukup sulit dapat babi hidup," tuturnya.

Dia menambahkan kemungkinan harga daging babi akan kembali naik dalam bulan ini.

"Mungkin akan naik lagi karena masuk bulan Januari harganya terus naik," pungkasnya. (Edi)

Baca juga: Mengerti Kebutuhan Masyarakat Manado, Freshmart Perkenalkan Semboyan 3 Fresh

Baca juga: Freshmart Bongkar Rahasia Bisa Bertahan Selama 22 Tahun di Manado Sulawesi Utara

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved