Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ricuh Iringan Jenazah

Detik-detik Ricuh Depan Markas TNI di Manado, Terekam Video dan Viral di Media Sosial

Ini Penjelasan Kapendam XIII Merdeka Kolonel Kav Mujahidin. Kronologi kejadian ricuh depan Markas TNI di Manado Sulawesi Utara.

|
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Handhika Dawangi
Kolase/HO
Detik-detik kericuhan terjadi di Depan Markas TNI di Manado. Kodam XIII Merdeka. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Heboh kejadian di Depan Markas TNI di Manado Sulawesi Utara. Video ricuh di Jalan Depan Kodam XIII Merdeka viral di media sosial.

Terekam ada sejumlah oknum anggota TNI berseragam melakukan pemukulan ke pengendara sepeda motor.

Kejadian ricuh yang video nya telah viral tersebut terjadi Jumat (5/12/2024) sore sekitar Pukul 15.30 Wita.

Dalam video tersebut, terlihat iring-iringan jenazah berada di Jalan Depan Markas TNI.
Saat akan melintas, mereka mendapat protes dari warga Kelurahan Teling Atas Kecamatan Wanea.

Terjadi ricuh antara warga dan rombongan iring-iringan jenazah. Sejumlah anggota TNI kemudian datang untuk melerai.

Tiba-tiba ada salah satu pengendara yang menyalakan sepeda motor dengan suara knalpot brong atau knalpot suara bising.

Sontak, pengendara tersebut didatangi beberapa oknum anggota TNI dan dipukul beberapa kali hingga terjatuh dari sepeda motor.

Akhirnya Terungkap Fakta Asli Video Viral Anggota TNI Hajar Pengiring Jenazah Depan Kodam Merdeka
Akhirnya Terungkap Fakta Asli Video Viral Anggota TNI Hajar Pengiring Jenazah Depan Kodam Merdeka (Kolase Tribun Manado/Facebook Michael Ekhey Salim)

Penjelasan Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Kav Mujahidin

Kolonel Kav Mujahidin menjelaskan kejadian tersebut bermula saat rombongan pengiring jenazah berangkat dari rumah duka bersama ambulans pada Pukul 14.00 Wita.

Pengiring jenazah menggunakan sepeda motor mengarah ke Tempat Pemakaman Umum atau TPU Teling Atas.

Iring-iringan dikawal oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Bhabinkamtibmas atau Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (dari Polri).

Babinsa atau Bintara Pembina Desa (dari TNI).
Pengiring jenazah telah diimbau supaya tidak gaduh.

"Mereka sudah mendapat imbauan agar tidak membuat kegaduhan dan tertib di sepanjang rute perjalanan," ujar Kolonel Kav Mujahidin Sabtu (6/12/2023).

Lanjut Kolonel Kav Mujahidin pada Pukul 15.30 Wita, rombongan melewati Pintu 2 Markas Kodam XIII Merdeka.

Saat itu, Babinsa kembali mengingatkan kepada rombongan pengantar jenazah, jangan membuat kegaduhan.

Namun sejumlah pengiring jenazah tidak terima karena tak sedikit yang dalam pengaruh minuman keras atau miras.

Rombongan pengiring jenazah tersebut justru semakin melakukan kebisingan dengan menggeber-geber gas sepeda motor knalpot brong sehingga warga setempat yang melihat kejadian itu merasa terganggu.

"Mereka (warga) spontan turun ke jalan dan menghadang rombongan sehingga terjadi kericuhan," ujar Kolonel Kav Mujahidin.

Ricuh iringan jenazah di depan Markas TNI (kiri). Kapendam XIII Merdeka Kolonel Kav Mujahidin (kanan).
Ricuh iringan jenazah di depan Markas TNI (kiri). Kapendam XIII Merdeka Kolonel Kav Mujahidin (kanan). (Kolase Tribun Manado)

Anggota TNI dari Kodam XIII Mdk yang berada di Makodam melihat keributan tersebut keluar ke jalan dengan maksud untuk melerai namun justru mendapat provokasi knalpot brong dari rombongan pengiring.

Kemudian kembali terjadi bentrokan antar warga dengan rombongan pengiring jenazah.

Namun akhirnya situasi dapat dikendalikan dan ditenangkan oleh anggota Makodam XIII dan rombongan jenazah melanjutkan perjalanan.

"Kami masih terus berupaya mengumpulkan informasi tentang kejadian tersebut," ujar Kolonel Kav Mujahidin. (Laporan Wartawan Tribun Manado Rhendi Umar)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved