Ricuh Iringan Jenazah
Akhirnya Terungkap Fakta Asli Video Viral Anggota TNI Hajar Pengiring Jenazah Depan Kodam Merdeka
Peristiwa ini terjadi di depan Markas TNI AD Komando Daerah (Kodam) XIII Merdeka, Jalan 14 Februari, Kelurahan Teling Atas.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Indry Panigoro
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Viral di media sosial kericuhan terjadi di jalan raya.
Dalam video itu terlihat sejumlah pria berseragam TNI menghajar pengendara motor.
Mulai dari ditendang, hingga dipukuli.
Motor pengendara juga diinjak-injak.
Dari narasi yang beredar kalau yang dipukuli itu adalah Pengiring Jenazah.
Setelah viral, fakta asli kejadian yang disebut terjadi di Manado Sulawesi Utara itu akhirnya terungkap.
Berikut ini adalah fakta asli dari kejadian kericuhan yang terjadi di Depan Markas Kodam XIII Merdeka.
Ya peristiwa ricuh rombongan pengantar jenazah di Manado, Sulawesi Utara, viral di media sosial.
Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat (5/1/2024).
Dalam video yang beredar nampak seorang pengendara motor memainkan gas motornya.
Pengendara tersebut kemudian dipukuli oleh sejumlah orang yang berada di lokasi kejadian.
Berikut tiga fakta Rombongan Pengantar Jenazah Ricuh di Depan Markas Kodam XIII Merdeka

Terjadi di depan Kodam Merdeka
Peristiwa ini terjadi di depan Markas TNI AD Komando Daerah (Kodam) XIII Merdeka, Jalan 14 Februari, Kelurahan Teling Atas.
Dalam video yang beredar nampak di depan Markas Kodam XIII Merdeka dipenuhi para pengendara bermotor.
Selanjutnya terjadilah keributan hingga aksi pemukulan.
Diprotes warga setempat
Para pengantar jenazah tersebut terlebih dulu mendapatkan protes dari warga kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea.
Kericuhan kemudian terjadi antara warga dan coba ditenggarai oleh oknum anggota TNI.
Dari sumber yang diperoleh Tribunmanado.co.id mengatakan kejadian tersebut dipicu dari protes terhadap iring-iringan jenazah yang meresahkan.
"Kejadiannya bukan baru kali ini saja. Karena memang iringan jenazah selalu meresahkan baik berteriak ataupun knalpot bisingnya," kata dia.
Ia mengatakan tidak melihat langsung kejadian tersebut, namun pemicu utamanya adalah protes terhadap iring-iringan jenazah tersebut.
"Iya, sempat ada warga yang protes," kata dia.
Seorang pengendara perpanas keadaan

Pada saat keributan tengah berupaya dihentikan oleh personel militer di sekitar lokasi, ada salah satu pengendara yang diduga memperpanas situasi dengan memainkan gas motornya.
Pengendara tersebut pun mengalami penganiayaan.
Kepala Penerangan Kodam (Kependam) XIII/Merdeka Kolonel Mujahidin saat dikonfirmasi mengatakan dari informasi yang masuk kejadian bermula antar warga.
"Kalau saya monitor itu kejadiannya antar warga. Jadi ada warga yang merasa terganggu kemudian bereaksi," ujarnya.
"Jadi iringan jenazah ini sempat berhenti dan warga tidak bisa lewat dan diprotes," ungkapnya.
Terkait dengan pemukulan warga oleh oknum yang berseragam TNI, ia mengatakan bahwa hal tersebut terjadi setelah kejadian utama.
"Kalau yang itu mungkin setelah kejadian utamanya," kata dia.
Perwira tiga melati tersebut mengatakan TNI sudah paham betul bagaimana menahan diri dan tidak terpancing emosi.
"Kami berupaya menahan emosi. Tapi hal-hal seperti ini kan tidak direncanakan," tegas dia. (tribunmanado.co.id/Nielton Durado)
Baca Berita Lainnya di: Google News
Kodam Merdeka
akhirnya terungkap
anggota TNI hajar pengiring jenazah
Pengiring Jenazah
Kodam XIII Merdeka
Teling Atas
Ini Kesamaan Kericuhan Depan Kodam Merdeka di Manado dan Insiden Boyolali, Dipicu Knalpot Brong |
![]() |
---|
Akhirnya Terungkap Sanksi yang akan Diterima Prajurit TNI Pengeroyok Pengiring Jenazah di Manado |
![]() |
---|
Soal Penganiayaan Pengiring Jenazah di Manado, TNI AD akan Lakukan Ini pada Prajurit yang Terlibat |
![]() |
---|
Ricuh Pengantar Jenazah dan Tentara di Manado, TNI Janji Tindak Prajurit yang Terlibat Penganiayaan |
![]() |
---|
5 Fakta Kronologi Ricuh Pengiring Jenazah Depan Kodam XIII Merdeka Manado, Sudah Diimbau Tidak Gaduh |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.