Senin, 11 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Konflik Palestina vs Israel

Remaja Israel Banyak yang Menolak Masuk IDF, Ini Alasannya

Bukan tanpa risiko, penolakan tersebut membuat dirinya mendekam di penjara. Ia dijebloskan ke penjara oleh pihak berwenang Israel selama 30 hari.

Tayang:
Editor: Isvara Savitri
(Time of Israel)
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan tengah melakukan inspeksi atau sidak ke markas pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang berada di jalur Gaza Utara. 

"Suatu pembunuhan tidak bisa digunakan untuk membenarkan pembunuhan lainnya."

Menurut laporan, Mersavot dilaporkan memiliki beberapa ratus anggota.

Adapun remaja berusia 17 tahun itu mengaku mendapat ancaman pembunuhan dan merasa terkucil karena menolak berdinas di dalam militer Israel.

Pengucilan itu dipicu oleh dukungan besar terhadap perang di Gaza setelah serangan Hamas tanggal 7 Oktober lalu.

"Ketika seseorang mengaku menolak perang, dia dikutuh, diserang di media sosial, dan terkadang di jalanan, dan itu hal yang kejam dan kasar," kata seorang juru bicara Mesarvot.

Sejak negara Israel didirikan tahun 1948 silam, para pemuda Israel, baik perempuan atau laki-laki, diharuskan menjalani wajib militer.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan tengah melakukan inspeksi atau sidak ke markas pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang berada di jalur Gaza Utara.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan tengah melakukan inspeksi atau sidak ke markas pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang berada di jalur Gaza Utara. ((Time of Israel))

Namun, ada beberapa yang dikecualikan karena alasan keagamaan, fisik, dan mental.

Mereka yang menolak wajib militer biasanya akan dibui hingga 10 hari. Setelah itu, kebanyakan dari mereka akan kembali dipenjara jika terus menolak.

Akan tetapi dukungan terhadap kebijakan wajib militer anjlok hingga di bawah 50 persen untuk pertama kalinya pada tahun 2021. Hal yang sama juga terjadi setahun berselang.

Korban jiwa tembus 21.672

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan korban tewas akibat serangan Israel kini mencapai 21.672.

Sementara itu, korban luka dilaporkan berjumlah 56.165.

Perang terbaru antara Hamas dan Israel meletus setelah Hamas melancarkan serangan tiba-tiba tanggal 7 Oktober lalu.

Baca juga: Gelombang Tinggi Hantam Beberapa Wilayah di Jepang Akibat Gempa Magnitudo 7,4

Baca juga: Potret Pasar 23 Maret di Kotamobagu Sulawesi Utara yang Nampak Sepi di Awal Tahun 2024

Israel kemudian melancarkan serangan balasan hingga saat ini.

Negara Zionis itu meminta Gaza diblokade dan menyatakan akan melenyapkan Hamas yang berkuasa di Gaza.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved