Selasa, 12 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tahun Baru di Sulut

4 Tradisi Unik Awal Tahun di Sulawesi Utara

Di Sulut ada yang merupakan tradisi asli daerah, ada pula yang merupakan campuran antara budaya penduduk pribumi dan Eropa. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado
Figura, salah satu tradisi awal tahun di Sulawesi Utara. 

Setiap daerah punya tradisi awal tahun.

Namun tradisi Dumia Umbanua di Desa Laikit, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, benar-benar unik.

Dalam tradisi ini, hewan babi disembelih dan hatinya diambil.

Hati tersebut dijadikan media untuk memperoleh petunjuk tentang keadaan kampung kedepannya.

Dumia Umbanua adalah tradisi bersih-bersih kampung yang dilaksanakan pada bulan pertama di tahun yang baru.

Tujuannya adalah meminta pertolongan dari Tuhan agar di tahun yang baru memperoleh berkat dan perlindungan.

Informasi yang dihimpun tribunmanado.co.id, tradisi ini berusia ratusan tahun dan merupakan tradisi tua Minahasa yang sudah punah, kecuali di Desa Laikit.

Menurut catatan sejarah Desa Laikit, ritual tersebut berlangsung sejak 1775.

Hajatan tersebut diawali dengan penyembelihan seekor babi untuk diambil hatinya.

Jika hati bersih, itu pertanda kampung akan baik baik saja, pertanian akan meningkat.

Petani akan membuka ladang sementara warga yang PNS maupun pegawai swasta akan meningkatkan kinerjanya.

Petunjuk lain adalah warga harus takut akan Tuhan, taat pemerintah, dan saling menyayangi.

Ritual disusul dengan ziarah ke kuburan Opo Ngangi yang berada di perkuburan desa.

Kemudian dilanjutkan dengan keliling kampung sambil mencipratkan air yang sudah didoakan. 

Ritual di Watu Pinawetengan

Sumber: Tribun Manado
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved