Selasa, 12 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tahun Baru di Sulut

4 Tradisi Unik Awal Tahun di Sulawesi Utara

Di Sulut ada yang merupakan tradisi asli daerah, ada pula yang merupakan campuran antara budaya penduduk pribumi dan Eropa. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Rizali Posumah
Tribun Manado
Figura, salah satu tradisi awal tahun di Sulawesi Utara. 

Nama figura sendiri dari Bahasa Latin yang artinya figur.

Tokoh masyarakat Desa Kema, Max Cornelez, menyatakan figura merupakan tradisi warga Kema keturunan Borgo - Spanyol yang telah menyebar ke seluruh Sulut.

Dahulu Kema terkenal dengan ilmunya hingga figura pun berbau mistis.

"Namun kini sudah tak pakai ilmu lagi. Semua sudah ditaklukkan oleh injil Kristus, figura kini justru jadi semacam ajang cari dana untuk gereja," kata dia.

Sejarah versi berbeda dipaparkan Dr Paul Richard Renwarin.

Dalam bukunya yang berjudul Matuari Wo Tonaas Jilid I Mawanua (2007), ia menyebut, figura sebenarnya menggantikan fosso mengelur (elur artinya membujuk), yang masa kini itu disebut weresi wanua, membersihkan desa.

134 tahun lalu, tepatnya pada 1883, seorang Zendeling bernama Louwerier menurut Renwarin merekam kisah fosso mengelur di Desa Kali.

Warga Kali berperang melawan sakit, roh-roh jahat yang mengembara tanpa kelihatan.

Kehadiran roh jahat itu diketahui bila daun te'ep (semacam palem, artocapus blume) bergoyang.

Mekiwuka

Mekiwuka adalah tradisi awal tahun yang merupakan gabungan tradisi gabungan Minahasa dan Eropa.

Mekiwuka berkembang di kalangan orang Borgo di Manado.

Mekiwuka dilakukan pada malam pergantian tahun dengan berkunjung ke rumah warga dan bernyanyi.

Tampil alat musik seperti gitar, ukulele, biola, tiga, serta jug. 

Dumia Umbanua

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved