Prabowo dan Ganjar Berebut Efek Jokowi: Ekor Jas Gerindra-PDIP, Siapa Unggul?
Approval rating (tingkat kepuasaan) Presiden Joko Widodo (Jokowi) antara 70 - 80 persen. Jokowi menjadi faktor penentu Pemilu dan Pilpres 2024.
Pasangan Prabowo-Gibran unggul unggul atas pasangan Anies-Muhaimin Iskandar 16,7 persen dan Ganjar-Mahfud MD 15,3 persen.
"Pasangan Prabowo-Gibran unggul di hampir semua kategori sosio-demografis responden," tulis peneliti Litbang Kompas Bambang Setiawan, dikutip dari Harian Kompas, Senin (11/12/2023).
Survei Litbang Kompas mengukur elektabilitas masing-masing capres-cawapres yang akan berkontestasi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 pada 29 November-4 Desember 2023.
Survei tersebut dilakukan terhadap 1.364 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat. Survei diselenggarakan di 38 provinsi Indonesia dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,65 persen.
Hasil survei Litbang Kompas juga menunjukkan, elektabilitas PDIP dan Gerindra bersaing ketat di kelompok pemilih perempuan.
Tercatat, kedua partai ini sama-sama dipilih oleh 18,8 persen responden pemilih perempuan pada Desember 2023.
Jika dibandingkan dengan survei Litbang Kompas sebelumnya, elektabilitas PDIP pada Desember 2023 ini turun 4,6 persen dari sebelumnya sebesar 23,4 persen pada survei Agustus 2023.
Sedangkan Gerindra, justru mengalami kenaikan 3,7 persen dari survei sebelumnya yang hanya mendulang 15,1 persen suara pada Agustus 2023.
Selanjutnya ada Golkar yang meraih 9,2 persen suara dari responden pemilih perempuan pada Desember 2023.
Lalu diikuti oleh PKB dan PAN yang masing-masing memiliki elektabilitas sebesar 7,9 persen dan 5,9 persen. Sisa partai lainnya memperoleh suara kurang dari 5 persen seperti terlampir pada grafik.
Sementara, masih ada 16,6 persen responden pemilih perempuan yang masih belum menentukan pilihan partai politiknya.
"Masa kampanye hingga 10 Februari 2024 perlu dioptimalkan dengan strategi yang lebih tepat yang dapat mempertahankan pemilih loyal dan memantapkan pilihan para pemilih bimbang," tulis peneliti Litbang Kompas dalam laporannya, Senin (18/12/2023). (Tribun)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.