Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Prabowo dan Ganjar Berebut Efek Jokowi: Ekor Jas Gerindra-PDIP, Siapa Unggul?

Approval rating (tingkat kepuasaan) Presiden Joko Widodo (Jokowi) antara 70 - 80 persen. Jokowi menjadi faktor penentu Pemilu dan Pilpres 2024.

Editor: Lodie Tombeg
Kolase Tribun Manado/IG
Presiden Jokowi makan bersama Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan di Istana beberapa waktu lalu. Approval rating (tingkat kepuasaan) Presiden Joko Widodo (Jokowi) antara 70 - 80 persen. Jokowi menjadi faktor penentu Pemilu dan Pilpres 2024. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - Approval rating (tingkat kepuasaan) Presiden Joko Widodo (Jokowi) antara 70 - 80 persen. Jokowi menjadi faktor penentu Pemilu dan Pilpres 2024.

Temuan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, sejumlah alasan pemilih yang puas terhadap kinerja Jokowi semakin membesar pilihannya ke Prabowo Subianto dan Partai Gerindra.

Direktur Citra Publik Indonesia (CPI) LSI Denny JA Hanggoro Doso Pamungkas di YouTube LSI Denny JA, Selasa (19/12/2023) menjelaskan, pada periode Juni-November 2023, pemilih yang puas dengan kinerja Jokowi tercatat dari 9,4 persen, kemudian naik menjadi 14,7 persen hingga sebesar 21,7 persen ke Gerindra.

Faktor personal Prabowo, kata dia, juga mempengaruhi pemilih Gerindra meningkat dibandingkan PDIP yang semakin menurun.

Terlebih, elektabilitas Prabowo sudah melewati 40 persen.

“Prabowo selain sebagai capres juga ketua umum partai, ini memberikan dampak elektoral kepada partai Gerindra,” tutur Hanggoro.

Tercatat dalam periode survei Mei-November 2023, elektabilitas Prabowo cenderung meningkat.

Pada Mei elektabilitas Prabowo di angka 33,9 persen, Juni 34,3 persen, Juli 38,2 persen, Agustus 36,2 persen, lalu pada September naik jadi 39,8 persen, Oktober 36,5 persen, dan November melonjak sebesar 41,1 persen.

Survei LSI Denny JA periode ini mengusung tema "Akhir Dominasi PDIP di 2024".

Survei dilakukan dengan 1.200 responden dan metode multi-stage random sampling dilengkapi dengan riset kualitatif. Sementara itu, margin of error survei ini berada pada angka kurang lebih 2,9 persen.

Pengamat politik M Qodari pada sebuah acara podcast menjelaskan, suara Prabowo dan Ganjar Pranowo ibarat bejana berhubungan.

Kedua capres 'bermain' di kolam besar berebut efek Jokowi. "Mereka yang puas terhadap kinerja Jokowi di antara 70-80 persen, kolam besar ini diperebutkan Prabowo dan Ganjar," kata dia.

Sementara Anies Baswedan punya kolam kecil, mereka yang tidak puas terhadap Jokowi di kisaran 25 persen.

Litbang Kompas

Survei Litbang Kompas Desember 2024 menunjukkan elektabilitas Prabowo-Gibran Rakabuming berada di urutan pertama dengan 39,3 persen.

Pasangan Prabowo-Gibran unggul unggul atas pasangan Anies-Muhaimin Iskandar 16,7 persen dan Ganjar-Mahfud MD 15,3 persen.

"Pasangan Prabowo-Gibran unggul di hampir semua kategori sosio-demografis responden," tulis peneliti Litbang Kompas Bambang Setiawan, dikutip dari Harian Kompas, Senin (11/12/2023).

Survei Litbang Kompas mengukur elektabilitas masing-masing capres-cawapres yang akan berkontestasi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 pada 29 November-4 Desember 2023.

Survei tersebut dilakukan terhadap 1.364 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat. Survei diselenggarakan di 38 provinsi Indonesia dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,65 persen.

Hasil survei Litbang Kompas juga menunjukkan, elektabilitas PDIP dan Gerindra bersaing ketat di kelompok pemilih perempuan.

Tercatat, kedua partai ini sama-sama dipilih oleh 18,8 persen responden pemilih perempuan pada Desember 2023.

Jika dibandingkan dengan survei Litbang Kompas sebelumnya, elektabilitas PDIP pada Desember 2023 ini turun 4,6 persen dari sebelumnya sebesar 23,4 persen pada survei Agustus 2023.

Sedangkan Gerindra, justru mengalami kenaikan 3,7 persen dari survei sebelumnya yang hanya mendulang 15,1 persen suara pada Agustus 2023.

Selanjutnya ada Golkar yang meraih 9,2 persen suara dari responden pemilih perempuan pada Desember 2023.

Lalu diikuti oleh PKB dan PAN yang masing-masing memiliki elektabilitas sebesar 7,9 persen dan 5,9 persen. Sisa partai lainnya memperoleh suara kurang dari 5 persen seperti terlampir pada grafik.

Sementara, masih ada 16,6 persen responden pemilih perempuan yang masih belum menentukan pilihan partai politiknya.

"Masa kampanye hingga 10 Februari 2024 perlu dioptimalkan dengan strategi yang lebih tepat yang dapat mempertahankan pemilih loyal dan memantapkan pilihan para pemilih bimbang," tulis peneliti Litbang Kompas dalam laporannya, Senin (18/12/2023). (Tribun)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved