Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilpres 2024

56 Hari Menuju Pilpres 2024 - Cukai Rokok Naik, Ganjar Ingin Lindungi dan Jamin Petani Tembau

Industri tembakau nasional, bahan baku rokok mendapat perhatian capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo. Pemerintah berencana naikkan cukai rokok.

Editor: Lodie Tombeg
Tribunews/Fersianus Waku
Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo saat kampanye di Papua. Industri tembakau nasional, bahan baku rokok mendapat perhatian capres nomor urut 3 Ganjar. Pemerintah berencana naikkan cukai rokok tahun depan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Jakarta - Industri tembakau nasional, bahan baku rokok mendapat perhatian capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo. Pemerintah berencana naikkan cukai rokok tahun depan.

Capres dari PDIP-PPP Ganjar ingin melindungi dan menjamin produksi tembakau di tingkat petani untuk menjaga kualitas dan kuantitas produksi tembakau.

"Kalau kita bicara industri rokok tantangannya tidak mudah. Hulunya produksi tembakau kita yang secara nasional makin menurun, kebutuhannya meningkat dan akhirnya ditutupi dengan cara impor maka terhadap petani tembakau sendiri mesti mendapatkan proteksi," ujar Ganjar, usai mengunjungi pabrik rokok Sampoerna di Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY pada Selasa (19/12/2023).

Kemudian strategi berikutnya, Ganjar berkomitmen untuk menjadi jembatan antara petani tembakau dengan pabrik rokok.

Ganjar sukses menciptakan pengaruh hubungan industrial yang baik sejak saat menjabat Gubernur Jawa Tengah dua periode.

Selama itu, Ganjar selalu menengahi petani tembakau dan pabrik rokok untuk kemudian mengeluarkan keputusan yang menguntungkan kedua pihak.

"Saya sampaikan relasi antara petani tembakau dengan pabrikan menjadi penting karena inilah salah satu kekuatan yang bisa bekerja sama saling menguntungkan. Secara industri kita bagus, orang saja ragu-ragu. 2013 saya menjadi gubernur saya sampaikan ini dan secara internasional politik rokok dan tembakau itu makin hari makin tarik ulur," jelas Ganjar.

Ganjar menambahkan, produksi tembakau di tingkat petani tembakau Indonesia sebenarnya sudah bagus dan mencukupi pasokan produksi pabrik rokok nasional.

Namun potensi itu terbentur regulasi dan politik kepentingan yang membuat petani tembakau dan pabrik rokok kesulitan untuk duduk bareng dan menyelesaikan persoalan yang ada.

"Mestinya pemerintah mendorong ke situ, saya akan dorong ke situ. Kita kena pukulan-pukulan yang keras, ini sebenarnya politik dagang yang biasa saja. Maka kita mesti menyiapkan strategi yang jauh lebih baik pada soal itu," ucap Ganjar.

Sementara itu dalam menyikapi kenaikan cukai, Ganjar menyebutkan bahwa kenaikannya tidak boleh terlalu tinggi dan harus terus dikontrol.

Pasalnya, jelas Ganjar, hal itu akan semakin membebani petani tembakau dan daerah-daerah penyuplai utama tembakau. Sehinggs, Ganjar menyebutkan bakal menyiapkan program dan kebijakan untuk mengakali kenaikan cukai.

"Hati hati, kalau kemudian tidak dikontrol nanti rokok ilegalnya akan muncul. Kenaikannya jangan terlalu ekstrem karena nanti akan bertumpu ke petani tembakau, saya pembela petani tembakau soalnya," tegas Ganjar.

Diketahui kebijakan kenaikan tarif cukai tembakau membebani industri pengolahan tembakau nasional. Dalam satu dekade terakhir, industri pengolahan tembakau mencatat pertumbuhan negatif sebanyak 5 kali sejak tahun 2020.

Industri rokok kesulitan mengembangkan bisnis di tengah kenaikan cukai secara agresif sejak awal pandemi lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved