Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bemo Dibunuh

10 Fakta Bemo Preman Manado yang Tewas Ditikam Opal: Punya Anak Balita kembar, Pelaku Masih Saudara

Bemo merupakan salah satu orang yang cukup berpengaruh dan dikenal oleh banyak orang.

|
Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
Handout
Bemo atau Indra Matheos korban pembunuhan di Manado, Minggu (17/12/2023) malam. 

"Harapannya bisa dihukum seberat-beratnya," ucap dia.

6. Pernah lolos dari kasus percobaan pembunuhan

Sekadar diketahui korban yang bernama Bemo atau Indra Matheos (37) ini adalah warga Singkil, Kota Manado Sulawesi Utara ( Sulut ) yang terkenal sebagai preman.

Bemo juga pernah lolos dari maut.

Bemo beberapa kali terlibat dalam kasus penikaman hingga perkelahian. 

Ketika Bemo lagi tidur ada sosok pria tak dikenal melakukan penikaman kepada Bemo namun beruntung Bemo masih selamat.

7. Bemo Dimata Polisi

 Indra Matheos (37) atau Bemo tidak hanya dikenal sebagai preman yang keluar masuk penjara. 

Ia juga dikenal sebagai sosok yang ramah dan senang berbagi. 

Hal ini juga yang dituturkan oleh anggota Polresta Manado

Beberapa polisi di Polresta Manado sangat mengenal sosok Bemo.

Mereka menyebut, Bemo saat terlibat masalah, adalah orang yang tidak sulit untuk dicari. 

"Kalau terlibat masalah pasti langsung menyerahkan diri. Bemo itu koperatif," ucap salah seorang polisi berpangkat Aipda.

Polisi itu juga menyebut, meski sering keluar masuk penjara, Bemo adalah sosok yang gemar berbagi.

8. Diantar Ratusan warga

Jenazah Bemo pun diantar ratusan warga dari RS Medical Center Paal Dua menuju ke RS Bhayangkara Manado untuk dilakukan otopsi.

Ratusan warga dari kelurahan Ternate Baru, Kecamatan Singkil, Manado itu terpantau Senin dini hari tadi mengantar jenazah Indra Matheos alias Bemo.

Bemo adalah korban pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Singkil ini.

Jasadnya dikawal ratusan warga dari RS Medical Center Paal Dua menuju ke RS Bhayangkara Manado.

Korban tiba di RS Bhayangkara Manado pada Senin 18 Desember 2023 sekitar pukul 00.04 Wita.

Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol May Diana Sitepu meminta warga untuk menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

"Serahkan penanganan hukumnya pada kami. Kami janji akan tangkap pelakunya," tegas dirinya. 

Jenazah Indra Matheos alias Bemo, korban pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Singkil, Kota Manado, dipindahkan ke RS Bhayangkara Manado.

Bemo diotopsi pada Senin 18 Desember 2023 sekitar pukul 00.03 Wita.

Proses otopsi Bemo dikawal oleh puluhan personil Polresta Manado.

Kasat Reskrim Polresta Manado Kompol May Diana Sitepu meminta agar warga menyerahkan penanganan kasus ini kepada polisi.

"Proses hukumnya serahkan saja pada kami," kata dia.

Ia pun menghimbau agar warga tetap tenang.

Pihaknya saat ini masih melakukan pengejaran kepada pelaku.

"Pelakunya pasti kita tangkap," tegas dia.  

Baca juga: Akhirnya Terungkap Sosok Pembunuh Bemo Preman Manado, Pelaku Bernama Opal Begini Kondisinya Sekarang

9. Terlibat Kasus dengan masyarakat Minahasa

Sebelumnya Bemo sempat menggegerkan warga Sulut karena video pernyataannya viral karena dinilai menyinggung masyarakat Minahasa

Namun Saat itu Bemo sudah menyampaikan permohonan maaf dengan cara yang sopan. 

Tak sampai 1 x 24 jam setelah didesak minta maaf petinggi adat Minahasa.

Bemo mengikuti permintaan dari para petinggi adat Minahasa Andy Rompas Panglima Besar Manguni Makasiow, Adri Marentek Panglima Besar Brigade Manguni dan Meidy Runtunewe Tonaas Waraney Minahasa.

Saat membuat video pernyataan permohonan maaf, Bemo sudah menggunakan kaos dan menyampaikannya secara sopan.

Berikut pernyataan lengkapnya. 

"Saya Indra Mateos alias Bemo meminta maaf kepada seluruh warga Minahasa dan Tokoh-tokoh adat Minahasa.

Saya Bemo minta maaf beribu-ribu maaf. Saya khilaf, karena saya sudah pengaruh emosi. 

Saya sebagai Indra Mateos alias Bemo meminta maaf kepada seluruh warga minahasa dan Tokoh-tokoh adat Minahasa,' ujar Bemo

10. Menyerahkan Diri di Polda Sulut

Beberapa tokoh masyarakat di Sulawesi Utara ikut memberikan tanggapan terkait sikap Bemo alias IM yang telah menyerahkan diri di Polda Sulawesi Utara

Barisan Solidaritas Muslim Kota Bitung yang diwakili oleh Haji Rinto Pakaya mengaku bahwa pihaknya telah sepakat dengan keluarga dan meminta Bemo menyerahkan diri. 

"Alhamdulilah, Bemo siap menyerahkan diri dan inilah hasil dari kesepakatan kami dari Ormas Islam dan keluarga," jelasnya Jumat (20/5/2022)

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada Ormas adat yang telah membantu mereka.

"Langkah ini dilakukan agar masalah ini tidak lagi membias," jelasnya. 

Sementara itu, Ketua Laskar Manguni Indonesia Pendeta Hanny Pantouw mengapresiasi komunikasi antar keluarga, rekan-rekan dan tokoh muslim beserta dirinya yang ikut mengawal Bemo ke Polda Sulut.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan Ormas Adat Minahasa yang peduli akan hal ini,” jelas Pantouw.

Dia mengatakan, semua umat beragama yang ada Provinsi Sulut pada prinsipnya cinta damai terlebih khusus di Kota Manado, yang sejak dari nenek moyang kita sangat mencintai perdamaian.

“Harapan saya, agar kita semua setelah yang bersangkutan menyerahkan diri, biarlah proses hukum berjalan,” tandasnya.

Sebelumnya Bemo alias IM, terlibat dalam kasus ujaran kebencian melalui media sosial.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast. 

"Bahwa benar, IM alias B telah diamankan oleh personel Ditreskrimsus Polda Sulut, pada hari Jumat (20/5/2022), sekitar pukul 16.00 WITA," ujarnya, Jumat malam.  

Diamankannya IM berdasarkan laporan yang diterima Polda Sulut pada tanggal 9 Mei 2022.  

"Yaitu tentang dugaan tindak pidana yang dilakukan IM, yang mengunggah atau melakukan ujaran kebencian di media sosial," jelasnya. (Nie/Ren/Pet)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved