Minggu, 19 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Israel Palestina

Profil David Ben Gurion, Pendiri Negara Israel yang Merdeka 14 Mei 1948

Profil David Ben Gurion, Pendiri Negara Israel yang Merdeka 14 Mei 1948. Lahir di Polandia.

Editor: Frandi Piring
Kompas.com via BBC Indonesia/Getty Images
Profil David Ben Gurion, Pendiri Negara Israel yang Merdeka 14 Mei 1948 

Idenya adalah mengolah tanah dengan tangan mereka sendiri untuk menciptakan “orang Yahudi baru”, berbeda dari mereka yang dilatih selama berabad-abad saat menjadi diaspora dengan melakukan pekerjaan non-manual.

Dia mendedikasikan dirinya untuk hal itu, dengan bangga, meskipun dia segera menyadari bahwa takdirnya ada di dunia politik, bukan di pertanian.

Misinya, di atas segalanya, adalah untuk mencapai kemerdekaan politik bagi orang-orang Yahudi di negeri itu, sebagaimana dicatat dalam deklarasi partai sosialis pada tahun 1907 yang berafiliasi dengannya, Poale Zion.

Untuk mempersiapkan peran politiknya, Ben Gurion belajar hukum di Turkiye, yang dia yakini bisa menjadi sekutu Israel di masa depan, tetapi ketika Perang Dunia Pertama pecah, dia diusir dari Kekaisaran Ottoman.

Dia lalu melakukan perjalanan ke New York, di mana dia menikah dengan Pauline Munweis dan terus mempromosikan tujuan Zionis, sampai pemerintah Inggris menerbitkan Deklarasi Balfour pada 1917, yang menjanjikan rumah nasional bagi orang Yahudi.

Tak lama kemudian, Ben Gurion mendaftar di Legiun Yahudi Angkatan Darat Inggris dan berlayar kembali ke Timur Tengah untuk bergabung dalam perang pembebasan Palestina dari kekuasaan Ottoman.

Pada saat legiun itu tiba, Inggris telah mengalahkan Ottoman dan, di bawah pemerintahan mereka, upaya untuk menciptakan rumah nasional bagi orang Yahudi dimulai.

Pilar-pilar bangunan negara Israel

Sesuai dengan keyakinannya bahwa buruh akan menjadi dasar berdirinya negara Yahudi, Ben Gurion mendirikan Federasi Umum Pekerja Tanah Israel atau Histadrut pada 1920.

Organisasi ini dengan cepat akan menjadi semacam negara di bawah mandat Inggris, yang meluas ke bidang perbankan, perencanaan kesehatan, kebudayaan, pertanian, olahraga, pendidikan, asuransi, transportasi, agen tenaga kerja, kelompok dan segala jenis koperasi lainnya.

Hal ini tidak hanya menjadi elemen kunci dalam pembentukan Israel tetapi juga salah satu pilar hingga  1980-an, ketika negara tersebut mulai beralih dari ekonomi sosialis.

Ben Gurion selanjutnya mendorong pengembangan kekuatan militer di Palestina.

Ketika Perang Dunia Kedua pecah, ia mendorong orang-orang Yahudi untuk berperang membela Sekutu, sambil mengorganisir sebuah agen rahasia untuk menyelundupkan orang-orang Yahudi yang melarikan diri dari Holocaust Nazi.

Setelah perang, aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok Yahudi dalam menentang Inggris, yang bertahun-tahun sebelumnya telah mengubah pikiran mereka dan menghalangi populasi Yahudi, meningkat.

Meskipun Ben Gurion mendukung prinsip perjuangan bersenjata, dia mengecam kelompok sayap kanan yang melakukan tindakan kejam dan tak pandang bulu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved