Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Israel Palestina

Profil David Ben Gurion, Pendiri Negara Israel yang Merdeka 14 Mei 1948

Profil David Ben Gurion, Pendiri Negara Israel yang Merdeka 14 Mei 1948. Lahir di Polandia.

Editor: Frandi Piring
Kompas.com via BBC Indonesia/Getty Images
Profil David Ben Gurion, Pendiri Negara Israel yang Merdeka 14 Mei 1948 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sosok David Ben Gurion, dikenal sebagai Pendiri negara Israel.

David Ben Gurion merupakan salah satu anggota dari kelompok elite pemimpin-pemimpin dunia yang namanya akan selalu dikaitkan dengan berdirinya negara Israel.

David Ben Gurion adalah proklamator yang membacakan Deklarasi Kemerdekaan Israel di Museum Tel Aviv pada 14 Mei 1948.

Pada 14 Mei 1948, Mandat Inggris atas Palestina secara hukum telah berakhir; pasukan Inggris belum juga pergi dan Amerika Serikat menekan Ben Gurion untuk menunda proklamasi.

Akan tetapi Ben Gurion bertekad untuk mewujudkan apa yang disebutnya sebagai "hak alami orang-orang Yahudi untuk menentukan nasib mereka sendiri, bersama dengan semua bangsa lain, dalam negara berdaulat mereka sendiri," sebagaimana dinyatakan dalam dokumen itu.

David Ben Gurion telah mempersiapkan draf pertama dua pekan sebelumnya. Setelah beberapa kali direvisi oleh tokoh-tokoh agama dan sekuler, Ben Gurion bertanggung jawab untuk memfinalisasi naskah itu.

Ia juga membentuk dewan yang akan memproklamirkan eksistensi negara Israel dan memerintah di awal pembentukannya, dengan perwakilan dari berbagai gerakan pembebasan nasional.

Jejak langkahnya ada pada setiap proses menuju pembentukan negara Israel dan akan terus berlangsung di kemudian hari ketika ia mengambil alih kendali negara sebagai perdana menteri dan menteri pertahanan.

Itulah sebabnya dia dikenang di Israel sebagai "bapak bangsa".

Dari nama Gruen menjadi Ben Gurion

David Gruen--nama yang dia gunakan selama 24 tahun sebelum diubah menjadi Ben Gurion--lahir di Polandia, saat dikuasai Tsar (kekaisaran) Rusia pada 1886.

Dia tumbuh dewasa saat pandangan anti-Semitisme di Eropa, yaitu sikap prasangka atau permusuhan terhadap orang Yahudi, menancap begitu mendalam.

Dia pun tertarik pada cita-cita gerakan Zionis--mencari wilayahnya sendiri untuk orang-orang Yahudi--yang baru lahir saat itu.

Pada 1906 David Gruen beremigrasi ke wilayah Palestina yang saat itu dikuasai Ottoman dan menjadi petani di sana.

Dia mempraktikkan filosofi yang akan menginspirasi Zionis selama empat dekade berikutnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved