Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

Ini Jurus Gubernur Sulawesi Utara Antisipasi Lonjakan Harga Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru

Rakor ini untuk menjaga harga bahan pokok agar tidak naik dan inflasi tetap terjaga dengan baik.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Dok. Dinas Kominfo Sulawesi Utara
Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, bertemu dengan pihak Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulut dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Kamis (2/11/2023) di Kantor Gubernur Sulut.

Pertemuan diadakan untuk menyiapkan langkah antisipasi dalam menjaga pergerakan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).

"Ya, kami telah rapat koordinasi (rakor) dengan BI dan TPID untuk menjaga memasuki hari-hari besar Natal dan tahun baru," bebernya.

Rakor ini untuk menjaga harga bahan pokok agar tidak naik dan inflasi tetap terjaga dengan baik.

"Hari Sabtu ini kita akan rapat koordinasi dengan seluruh kepala daerah. Kita akan lihat apakah langkah-langkah yang harus dibuat di daerah, agar tidak terjadi lonjakan harga," ujarnya.

Meski demikian, Olly Dondokambey mengungkapkan pihak Pemprov Sulut sendiri sudah menyiapkan strategi di APBD Perubahan untuk mengatasi harga sembilan bahan pokok (sembako) yang sudah melonjak.

Harga Beras Naik di Pasar Karombasan Manado Sulawesi Utara, Pedagang: Pemerintah Hanya Diam

Harga beras juga melonjak di Pasar Karombasan, Manado, Sulawesi Utara, dalam waktu dua bulan terakhir ini.

Dari pantauan Tribunmanado.co.id, Kamis (2/11/2023), harga beras di Pasar Karombasan mencapai Rp 17 ribu per kilogram.

Untuk beras Pulo per kilogram Rp 17 ribu, lalu Superwin Kota Super Rp 15 ribu.

Baca juga: Berikut 5 Menteri Pemerintahan Jokowi yang Dukung Pasangan Prabowo Subianto, Tiga Ketua Parpol

Baca juga: Ramalan Karier-Cinta Shio Ayam-Anjing-Babi Besok Jumat 3 November 2023: Kencangkan Pinggang

Membrano Rp 15 ribu, Superwin Ladang Rp 15 ribu, dan Superwin Kota Rp 15 ribu per kilogramnya.

Kenaikan harga beras menjadi masalah bagi para pedagang.

Mereka mengeluh lantaran kenaikan harga beras membuat omzet menurun.

"Omzet kita turun karena banyak pelanggan lari ke tempat lain," ujar Meri, salah satu pedagang beras.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved