Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado Night Life

Kisah Pengemudi Taksi Perahu Malam di Manado Bernama Yunan, Pernah Ketemu Wanita di Tengah Laut

Waktu padat penumpang sebentar lagi dan para pengemudi perahu taksi duduk di atas perahu masing-masing. Mereka bercakap-cakap dengan serius.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Isvara Savitri
Tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Seorang pengemudi taksi perahu di Kuala Jengki Manado bernama Yusnan. 

Kian dekat pagi, perahu kian penuh.

Pedagang semakin banyak yang butuh tumpangan ke Pasar Bersehati. 

Mereka merasa lebih murah dan dekat lewat laut

Hanya bayar Rp 2 ribu per orang, serta bebas portal. 

Sebelum perahu berangkat, terdengar teriakan pengemudi perahu taksi untuk menaati aba-aba agar selamat berlayar. 

Tribunmanado.co.id mewawancarai seorang pengemudi perahu taksi bernama Yunan.

Wawancara dengan Yunan berlangsung di atas perahu. 

Ia tak keberatan membawa tribunmanado.co.id berlayar dengan perahunya menyusuri Kuala Jengki yang tersambung dengan Teluk Manado.

Yunan berumur 39 tahun dan sudah kenyang pengalaman sebagai pengemudi perahu taksi.

"Saya kerja seperti ini dari 17 tahun," kata dia.

Waktu kerja Yunan adalah pukul 15.00-06.00 Wita.

Ia rela begadang karena waktu paling ramai adalah di atas pukul 02.00 Wita.

"Ini waktu-waktu yang ramai karena banyak pedagang yang datang ke Pasar Bersehati. Mereka memilih pakai jasa perahu karena murah dan tidak lewat portal," katanya.

Bekerja di malam hari berarti berhadapan dengan 1.001 kesulitan.

Yunan musti bekerja keras mengatasinya.

Baca juga: 4 MuA Bitung, Make Over Rambut dan Wajah 31 Dancer Tarian Kolosal

Baca juga: Viral Kisah Ibu Soud, Menangis Kehilangan Uang Arisannya yang Hangus dalam Kebakaran di Solo

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved